nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ICW: Mudahnya Koruptor Dapat Remisi Akibat "Sumbangsih" Petugas Lapas

Regina Fiardini, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2016 13:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 20 337 1468744 icw-mudahnya-koruptor-dapat-remisi-akibat-sumbangsih-petugas-lapas-2Zx1yoE8xP.jpg Diskusi soal remisi untuk koruptor (Foto: Regina/Okezone)

JAKARTA - Pemberian remisi kepada narapidana tentu tak lapas dengan keluarnya izin dari pihak kepala lembaga pemasyarakatan (Lapas) hingga sipirnya. Alhasil, kerjasama tersebut membuat Indonesian Corruption Watch (ICW) tak setuju soal mudahnya pemberian pengurangan masa hukuman.

"Kalau pengen dapat remisi gampang, kasih stick golf saja ke Kalapasnya. Itu pernyataan anggota DPR tahun 2003," kata Aktivis ICW, Emerson Yuntho dalam diskusi bertajuk 'Permisi Koruptor Dapat Remisi' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/8/2016).

Nahasnya, siapapun menterinya, pemberian remisi kepada pencuri uang rakyat selalu diberikan setiap tahunnya. Ia melihat, tak ada yang bisa mengatasi persoalan tersebut.

"Tiap hari raya atau hari kemerdekaan, Pemerintah selalu dihujat 'kok koruptor masih dapat remisi?' Butuh tangan besi sebenarnya menyelesaikan persoalan itu. Ingat Polycarpus? dia dapat remisi karena jadi pembina pramuka. Berbuat baik bisa dapat remisi, itu benar atau tidak? Atau jangan-jangan baiknya hanya sama Kalapas," cibirnya.

Tidak hanya di kasus korupsi, kejahatan narkotika yang sering dikendalikan di balik jeruji besi juga turut dibantu oleh sipir lapas. Banyak diantara mereka yang tergiur dengan tawaran narapidana lantaran ringgannya hukuman yang diberikan.

"Kalau mekanisme hanya sekedar administrasi, itu enggak menyelesaikan sama sekali. Misalnya sipir terlibat narkoba hukumannya hanya digeser atau kenaikan pangkatnya ditunda. Justru ini jadi spirit, 'udah bandel aja, bantuin ngedar atau bandar. Toh kalau ketangkep basah paling hanya dimutasikan atau nonjob'. Padahal udah menang banyak. Ini enggak selesai-selesai, hanya lingkaran setan," papar dia.

Emerson menambahkan, seringkali tawaran sebagai Justice Collaborator (JC) tidak menarik buat pelaku korupsi, lantaran mudanya remisi yang didapat.

"Divonis hukuman berapa tahun penjara, kemudian bahwa dapat remisi mudah. Ya daripada bongkar atasan atau relasi segala macem, mending saya sumpah omerba. Toh saya dapat remisi, dapat uang (suap). Karena ada kasus di salah satu Kementerian, agar anak buah ini enggak nyebut-nyebut nama menterinya, ada suap dengan membiayai bulanan dia di lapas. Nah karena ada simbiosis mutualisme nggak akan terungkap siapa pelaku utamanya," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini