Pasar Terapung Kalimantan Lebih Baik dari Thailand

ant, · Sabtu 20 Agustus 2016 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 20 340 1468601 pasar-terapung-kalimantan-lebih-baik-dari-thailand-PT46yJiCGY.jpg pasar terapung di Kalimantan (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

BANJARMASIN - Pasar terapung Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tetap yang terbaik bila dibandingkan dengan pasar terapung Ayothaya Bangkok, Thailand.

Penilaian tersebut disampaikan melalui pesan Facebook oleh Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Mokhamad Khuzaimi yang kini berada di Bangkok kepada Antara Kalsel, Sabtu (20/8/2016).

Menurut pejabat Pemkot Banjarmasin yang berlibur bersama keluarga ke negara gajah putih tersebut Pasar Terapung Banjarmasin ternyata lebih "hebat" dibandingkan Pasar Terapung Ayothaya, Bangkok.

"Kalau ke Pasar Terapung Bangkok kita dikenakan bayar sebesar 200 Baht atau sekitar Rp80 ribu, sementara di pasar terapung kita bebas alias gratis," katanya.

Pasar terapung di Ayothaya Bangkok kata dia, pedagangnya berjualan di pinggiran sungai yang bukan sungai mengalir tapi terlihat seperti danau. Pedagang di pinggir danau tersebut hampir 300 orang yang dijual berbagai makanan tradisional dan modern termasuk suvenir.

Sementara pasar terapung di Siring Tendean Banjarmasin, pedagang berjualan di atas sampan di sungai alami yang mengalir, lokasinya persis di jantung kota.

Yang lebih eksotis keberadaan di pasar terapung Banjarmasin terdapatnya sekitar 60 buah klotok yang hilir mudik di sungainya. Di Bangkok juga ada kapal hilir mudik hanya tiga buah walau bentuk kapalnya lebih arsitek, tambahnya.

Kelebihan lain di Banjarmasin yang berjualan didominasi ibu-ibu berpakaian sehari-hari menggunakan tanggui (topi lebar terbuat daun nipah-red) tanpa rekayasa sementara yang dijual benar-benar hasil alam, seperti buah-buahan, sayuran, ikan, dan penganan tradisional.

"Harga yang ditawarkanpun jelas lebih murah di tempat kita," klaim Khuzaimi yang dikenal pula sebagai seorang yang getol mempromosikan wisata Banjarmasin ini.

Kelebihan di sana lanjutnya, ada berbagai atraksi seperti atraksi kambing makan rumput, ada atraksi gajah. Kalau di Banjarmasin baru ada atraksi musik tradisional yakni musik panting.

Menurutnya, jika pasar terapung di Banjarmasin lebih dibenahi dan dikelola secara profesional lagi maka sangat mungkin bisa lebih jauh baik lagi dari pasar terapung yang ada di daratan penghasil buah-buahan terkenal Asia tersebut.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini