nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abrasi Hantam Musala dan Rumah Warga

ant, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2016 13:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 22 340 1469911 abrasi-hantam-musala-dan-rumah-warga-lvlAU07RGo.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SIMPANG EMPAT - Abrasi Pantai Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menyebabkan, 10 unit rumah warga rusak berat dan satu musala Nurul Ikhlas Karambia Ampek Jorong, Pondok Sasak rusak berat di bagian terasnya.

"Benar, abrasi di pantai Sasak semakin hari semakin meluas. Selain musala, rumah warga juga banyak yang hampir roboh dihantam ambrasi," kata Wali Nagari (kepala desa), Sasak, Arman di Simpang Empat, Senin (22/8/2016).

Ia mengaku pihaknya sudah menyurati Pemerintah Daerah Pasaman Barat dan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengatasi persoalan abrasi di Pantai Sasak.

"Dari jawaban yang kami terima pihak terkait segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi dilapangan," katanya.

Pihaknya mengharapkan pihak terkait segera mencarikan solusinya karena kalau dibiarkan akan merobohkan musala dan rumah warga yang ada di sepanjang Pantai Sasak.

Sementara itu, warga Sasak, Kasmanedi mengatakan abrasi Pantai Sasak terus terjadi setiap harinya. Menurutnya abrasi terjadi terus menerus. Pada Sabtu (20/8) lalu ombak laut Sasak tinggi dan menghantam musala yang mengakibatkan teras dan pagar rumah ibadah itu roboh.

"Pada Minggu (21/8) ombak kembali menghantam musala dan membuat teras Musholla bertambah runtuh,"ujarnya.

Pihaknya atas nama masyarakat mengharapkan kepada Pemkab Pasaman Barat dapat memperbaiki musala atau memasang bronjong agar ombak tidak langsung menghantam musala atau rumah warga lainnya.

"Ini adalah musala satu-satunya warga Karambia Ampek Jorong Pondok. Jika dibiarkan tentu akan roboh," katanya.

Sementara Kepala Jorong Pondok, Firmadison membenarkan abrasi terus terjadi. Selain musala, sekitar 10 rumah warga juga dihantam ombak dan mengalami rusak berat.

"Saat ini penghuni 10 rumah itu diungsikan ke tempat yang lebih aman atau dirumah sanak familinya sampai abrasi menyusut," katanya.

Ia menyebutkan sekitar 613 kepala keluarga (KK) berharap kepada pemerintah agar mencarikam solusinya sehingga rumah warga terhindar dari hantaman ombak atau abrasi pantai.

Menanggapi hal itu, Kepala Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Roni Eka Putra membenarkan abrasi terus terjadi di Pantai Sasak.

"Kami sudah pernah turun ke lapangan untuk melihat kondisinya. Memang ambrasi pantai semakin meluas,"sebutnya.

Menurutnya, pihaknya juga sedang menyiapkan anggaran untuk pemasangan bronjong di sekitar abrasi yang ada untuk menahan hantaman ombak.

"Kemungkinan dalam anggaran perubahan bisa kita masukkan. Namun kami juga berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat agar disediakan anggarannya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini