Kisah Nelayan Berhasil Selamat dari Ganasnya Hempasan Badai

ant, · Selasa 23 Agustus 2016 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 23 340 1470761 kisah-nelayan-berhasil-selamat-dari-ganasnya-hempasan-badai-WQaUBQtsrG.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Ia berpesan, kepada semua masyarakat nelayan wilayah Jaboi, Sabang dan Aceh secara umum lebih mengutamakan keselamatan melaut dan tidak melaut jika cuaca tidak bersahabat.

Pulau paling ujung barat Indonesia yang diapit Selat Malaka dan Samudera Hindia hanya ada dua musim yakni, timur dan barat, kedua musim ini terjadi dalam kurung waktu per enam bulan.

Ridwan sendiri musibah ketika penghujung musim barat, yang mana angin betiup kencang dari arah barat daya Samudera Hindia (laut lepas) dan dampak dari angin kencang tersebut gelombang laut tinggi.

Kemudian, musim timur anginnya bertiup dari arah Selat Malaka (Thailand, Singapura dan Malaysia), angin tersebut tidak terlalu kencang sebagaimana pada musim barat.

"Sekarang masa pancaroba dan ini akan berlangsung sampai sepekan kedepan dan sewaktu-waktu bisa terjadi angin kecang serta gelombang tinggi, petir dan hujan," kata Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang Siswanto.

Ia juga menyampaikan, kepada masyarakat nelayan dan pengguna jasa pelayaran diharapkan tetap mewaspadai cuaca buruk (pancaroba) yang sewaktu-waktu dapat terjadi di perairan Sabang dan sekitarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini