nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Badai di Solok Butuh Bantuan Logisitik

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 25 Agustus 2016 22:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 08 25 340 1473359 korban-badai-di-solok-butuh-bantuan-logisitik-L8CBLR7VO0.jpg Badai (Foto: Ilustrasi)

PADANG - Warga yang terkena badai di Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat sangat membutuhkan bantuan makanan.

Sebab, hingga saat ini pasca-rusaknya rumah warga akibat diterjang badai belum menerima bantuan. Sementara logistik di Kabupaten Solok sudah menipis.

“Kita berharap Dinsos Provinsi dapat menambah logistik khususnya di Kabupaten Solok. Kami sudah koordinasikan dengan Dinsos Provinsi Sumbar, guna penambahan logistik untuk Kabupaten Solok," kata Kepala Sosnakertrans, Kabupaten Solok Taufik Ramadhan, Kamis (25/8/2016)

Taufik menambahkan, sebelum pihaknya memberikan logisitik kepada korban badai ini terlebih dahulu mendata warga yang terkena. "Jika data sudah lengkap maka kami akan segera menerjunkan bantuan ke Sungai Nanam. Kemungkinan besar besok logistik sudah bisa disalurkan langsung terhadap warga," terangnya.

(Baca: Satu Keluarga di Kabupaten Solok Sumbar Tertimbun Longsor)

Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial (Bajamsos) Dinas Sosial Sumbar, Irwan Basyir mengatakan, Dinsos sudah memenuhi kebutuhan logistik di setiap Kabupaten/Kota Sumatera Barat. “Tapi kalau ada permintaan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Seharusnya jika memang logistik di suatu daerah menipis dapat meminta bantuan ke pemerintah kota terdekat agar dapat secepatnya membantu warga yang membutuhkanya,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD), Zulfiatno meminta warga tetap waspada. Pasalnya, potensi hujan lebat dan banjir masih bisa terjadi ke depan. "Beberapa hari ke depan kemungkinan akan masih terjadi badai dan hujan lebat, untuk itu seluruh personel BPBD yang ada di kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kewaspadaannya, begitu juga masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan bencana banjir dan longsor," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini