nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3.000 Ton Ikan Mati Mendadak di Danau Maninjau

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 01 September 2016 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 09 01 340 1479025 3-000-ton-ikan-mati-mendadak-di-danau-maninjau-SiWG54t69z.jpg 3.000 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau (Foto: Rus/Okezone)

AGAM - Yudi Hermanto Sutan Marajo (44) hanya bisa pasrah ketika melihat ikan dalam kerambanya sebanyak 50 petak sudah mengapung mati di Jorong Koto Banda, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Kejadian matinya ikan di keramba jaring apung saya ini sejak hari Senin kemarin, ada sebanyak 50 petak keramba dengan ukuran 25 meter persegi dan ikan yang mati itu berjenis nila dan sudah berumur empat bulan mau dipanen, tapi keburu mati mendadak,” katanya pada Okezone, Kamis (1/9/2016).

Sampai saat ini belum tahu berapa kerugian, jika ditaksir dalam satu keramba jaring apung itu ada sekira satu dampai dua ton ikan. “Tahun 2014 lalu pernah juga kejadian ini kita sampai merugi sebanyak Rp1,4 miliar kerugiannya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Hermanto menjelaskan kejadian ini sejak Kamis 25 Agustus sampai hari ini.

“Dalam perkiraan kita sudah mencapai 3.000 ton ikan di keramba jaring apung mati dan diperkirakan besok akan bertambah lagi, sebab hari ini sudah banyak ikan yang tenggelam dan besok akan mengapung,” katanya.

Kematian ikan tersebut, menurut Hemanto, akibat beberapa sebab, di antaranya racun belerang, pembalikan arus dari dasar ke permukaan, atau ikan kekurangan oksigen. “Kalau kita lihat danau ini tenang tidak ada riak dan gelombang itu yang membuat kurangnya oksigen,” terangnya.

Selain itu, kapasitas keramba jaring apung di danau tersebut sudah melebihi kapasitas, seharusnya sesuai dengan Perda dan penelitihan dari LIPI danau hanya mampu menampung 6.000 keramba. Namun yang ada saat ini, keramba jaring apung yang ada mencapai 18 ribu dengan ukuran 5x5 meter.

“Itu sudah overload, dan ikan akan kekurangan ruang kerang dan udara,” terangnya.

Danau Maninjau, sambungnya, perlu ada jeda selama tiga bulan dalam setahun, seperti pada Agustus sampai Desember musim penghujan seharusnya sudah jeda selama September sampai November biar airnya kembali normal.

Akibat matinya ribuan ikan ini membuat seputaran Danau maninjau berbau busuk bangkai ikan. BPBD, DKP Kabupaten Agam dan Dinas Kesehatan serta tim lainnya turun lapangan membersihkan ikan dari danau.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini