Image

Trump Ungguli Clinton dalam Jajak Pendapat Terakhir

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin 05 September 2016 23:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 05 18 1482102 trump-ungguli-clinton-dalam-jajak-pendapat-terakhir-8B5EW204Om.jpg Capres AS dari Republik, Donald Trump. (Foto: Getty)

WASHINGTON DC – Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump unggul tipis atas capres dari Partai Demokrat Hillary Clinton pada jajak pendapat terakhir. Hasil yang dikeluarkan oleh Rasmussen Reports ini merupakan pertama kalinya terjadi sejak pertengahan Juli lalu.

Sebelum ini, Hillary selalu memimpin dalam setiap jajak pendapat pemilihan presiden dengan perbandingan 42 persen dan 38 persen. Akan tetapi, pekan ini Trump dilaporkan berhasil mendulang dukungan 40 persen, sementara Hillary mengekor di belakang dengan perolehan 39 persen.

Meski begitu, lembaga survei AS itu menjelaskan, jajak pendapat kali ini belum tentu mencerminkan hasil akhirnya. Melansir Independent, Senin (5/9/2016), polling elektabilitas kedua calon kali ini masih terdapat banyak kecacatan data. Pengumpulan data dilakukan melalui telefon dan survei secara online.

Di sisi lain, hasil senada juga didapat oleh Reuters yang bekerja sama dengan Ipsos. Keduanya menyebut popularitas sang miliarder real estate mengalami peningkatan sebesar enam persen dalam dua pekan terakhir. Sehingga elektabilitasnya kini menjadi 78 persen di kalangan simpatisan Republik.

Sementara mantan ibu negara AS mengalami penurunan karena beberapa skandalnya kembali mendapat sorotan. Sebut saja di antaranya, soal surel-surel rahasianya selama menjabat menteri luar negeri AS dan sumbangan di yayasan amal keluarganya.

“Kami rasa Trump memiliki pendukung-pendukung tersembunyi di seluruh penjuru negara ini,” komentar manajer kampanye Republik, Kellyanne Conway kepada NBC pekan lalu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump sendiri tampaknya melakukan transformasi diri. Dia tetap dengan gayanya yang menggebu-gebu. Akan tetapi, dia tak lagi mengumpat dan menghina ke sana sini.

Secara mengejutkan, ayah lima orang anak tersebut juga meminta maaf kepada publik atas kata-kata kasarnya selama ini. Lalu membanting setir menyasar pemilih kulit hitam di Negeri Paman Sam. Bahkan, Trump sudah mengunjungi kampung halaman Ben Carson di Detroit dan menghadiri kebaktian di gereja komunitas kulit hitam setempat.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini