Gajah Mati di Kanal Perusahaan HTI Dipenuhi Luka Tombak

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Kamis 08 September 2016 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 08 340 1484789 gajah-mati-di-kanal-perusahaan-hti-dipenuhi-luka-tombak-4oz8sJtOmG.jpg Gajah terjebak di kanal berlumpur perusahaan HTI di Bengkalis, Riau (Banda/Okezone)

PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aktivis pencinta lingkungan dan satwa membantu upaya evakuasi bangkai gajah yang terjebak dalam kanal perusahaan akasia milik PT Arara Abadi di kawasan Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Di sekujur tubuh gajah ditemukan luka.

Proses evakuasi hewan bertubuh bongsor itu melibatkan alat berat. Memakan waktu beberapa jam, tim akhirnya berhasil mengangkat bangkai gajah dari dalam kubangan lumpur setelah.

"Saat dievakuasi kondisi gajah sudah mati. Evakuasi menggunakan alat berat perusahaan," ujar Ketua Rimba Satwa Foundation (RSF), Zulhusni kepada Okezone, Kamis (8/9/2016).

Begitu sampai ke atas, petugas mengamati banyak luka seperti bekas hujaman benda tajam di sekujur tubuh hewan dilindungi itu. Bahkan lukanya mulai bernanah. "Dugaan kita, gajah mati akibat banyak luka di tubuhnya. Lukanya seperti kena tombak," terang Zulhusni.

Gajah yang mati di kanal itu merupakan kelompok dari kawanan gajah penghuni Suaka Marga Satwa Balai Raja. Kondisi kawasan konservasi Balai Raja sendiri sudah porak poranda akibat menjadi hutan tanaman industri dan perkebunan kelapa sawit.

"Dulunya daerah itu adalah tempat habitat gajah. Tapi karena kondisi Balai Raja sudah hancur, maka gajah berkeliaran ke mana-mana. Populasi gajah di sana sekarang sudah sangat kritis," imbuhnya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini