nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gudang Minyak Kelapa Sawit Ilegal Digerebek, 7 Tersangka Ditangkap

Erie Prasetyo, Jurnalis · Sabtu 10 September 2016 02:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 09 10 340 1486219 gudang-minyak-kelapa-sawit-ilegal-digerebek-7-tersangka-ditangkap-wSi9chBV0M.jpg Ilustrasi (Okezone)

MEDAN – Petugas Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek gudang penampungan minyak kelapa sawit mentah (CPO) illegal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Sei Balai, Kabupaten Batubara, Sumut.

Dalam penggerebekan itu petugas menangkap tujuh orang tersangka yang diduga menggelapkan 700 kilogram inti sawit milik PT Siloam Artha Wijaya. Untuk proses lebih lanjut, mereka dan barang bukti digelandang ke Mapolda Sumut.

Ketujuh tersangka itu adalah sopir dan kernet truk PT Siloam Artha Wijaya, Suyanto alias Anto (41), warga Dusun IV, Desa Kuta Baru Kecamatan Rambutan dan Agus Susanto (40), warga Jalan Perdagangan, Kabupaten Simalungun.

Lalu, kasir dan para pekerja gudang penampungan ilegal tersebut, yakni Liston Siregar (27), warga Padanglawas Utara (Paluta); Edwin Siregar (27), warga Paluta; Saipul Andika (30), warga Jalan Ikan Gabus, Kisaran Barat, Asahan; Pringadi Sagala (31), warga Jalan Danau Ranau, Binjai Timur; dan Selamat Abdullah (21), warga Jalan Cokroaminoto, Kisaran, Asahan.

“Dari hasil penelusuran ketahui sopir truk tanki PT Miduk Artha yang merupakan induk perusahaan PT Siloam Artha Wijaya melakukan penggelapan dan pencurian muatan truk tanki milik perusahan tersebut ke salah satu gudang ilegal,” sebut Kasubdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Jumat (9/9/2016).

Faisal menjelaskan, dalam aksinya tersangka Suyanto dan Agus mengangkut muatan inti sawit sebanyak 27.040 Kg dari Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) PTPN III, Sisumut, Labuhanbatu Selatan (Labusel), menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, di Kabupaten Simalungun.

“Dalam perjalanan, sebagaian muatan inti sawit itu kemudian dijual kedua tersangka ke gudang penampungan ilegal itu. Dari jumlah muatan 27.040 Kg yang ada di dalam tangki, para tersangka menjual 700 Kg seharga Rp5.300 per Kg-nya,” jelas Faisal.

Setelah transaksi antara Suyanto dan Agus dengan para pekerja gudang penampungan ilegal tersebut, pihaknya langsung melakukan penangkapan para tersangka.

Dari hasil penyelidikan sementara, sebut Faisal, para tersangka di gudang penampung ilegal itu mengaku, biasa menerima hasil penjualan setidaknya 20 truk dalam sehari. Dari praktik itu, paling tidak 30 ton inti sawit berhasil dikumpulkan.

“Masih kita dalami lagi kasusnya karena dugaan masih banyak gudang ilegal dan praktik penggelapan serupa yang terjadi di Sumut. Mengenai adanya oknum aparat yang terlibat dalam pengawasan gudang ilegal juga kita dalami. Para tersangka yang diamankan ini terancam Pasal 374 Subsidair Pasal 372 juncto Pasal 55, 56 Jo Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini