India Gelar Perundingan Nuklir dengan China

ant, · Rabu 14 September 2016 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 14 18 1489282 india-gelar-perundingan-nuklir-dengan-china-V6YPjDMb9C.jpg Presiden China Xi Jinping dan PM India Narendra Modi dalam sebuah pertemuan. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - India menggelar perundingan "hakiki" dengan China untuk menjadi anggota penuh "Kelompok Pemasok Nuklir" (NSG). NSG adalah lembaga negara penjual-beli teknologi atom untuk kepentingan warga.

Perdana Menteri India Narendra Modi berupaya bergabung dengan NSG untuk membiayai pembangunan pembangkit tenaga nuklir senilai miliaran dolar AS dengan bantuan dari Rusia, Amerika Serikat, dan Prancis. India beralasan bahwa mereka harus berhenti terlalu bergantung pada sumber energi fosil, yang tidak ramah lingkungan.

Namun, upaya mendapatkan pengakuan di lembaga beranggotakan 48 negara tersebut selalu gagal karena penolakan Beijing. Semua anggota dalam kelompok itu mempunyai hak veto karena menganut asas mufakat. NSG didirikan pada 1974 sebagai tanggapan atas uji senjata nuklir pertama India.

Kementerian Luar Negeri India, dalam pernyataan tertulis, mengatakan bahwa kepala negosiator nuklir, Amandeep Singh Gill, telah menyambut kehadiran delegasi China yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Wang Qun. Perundingan yang digelar Selasa 13 September itu membahas sejumlah persoalan bersama yang terkait dengan pelucutan senjata dan non-proliferasi, serta fokus pada upaya India untuk bergabung dengan NSG.

"Perundingan itu berjalan dengan suasana bersahabat, pragmatis, dan subtantif," kata Kementerian Luar Negeri India.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China, dalam pernyataan terpisah, menanggapi bahwa upaya penggabungan diri negara yang bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi merupakan "persoalan baru" bagi NSG. China mengaku terbuka untuk berdialog mengenai hal tersebut, namun belum memutuskan sikap terkait keanggotaan negara yang tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi.

Perjanjian tersebut hanya mengakui lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB --Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis-- sebagai satu-satunya pemegang hak untuk mengembangkan senjata nuklir. Negara lain tidak boleh melakukan hal sama.

India menegaskan tidak akan menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi. Mereka mengatakan bahwa catatan sejarah India seharusnya cukup untuk memperoleh hak keanggotaan penuh dalam NSG.

Sejak 2008, India diperblehkan untuk terlibat dalam perdagangan nuklir dengan anggota NSG, namun tidak punya hak suara dalam pengambilan keputusan organisasi tersebut. Salah satu pendukung India untuk masuk ke NSG adalah Amerika Serikat.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini