nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Gabungan Merazia Mobil Berpelat Modifikasi

Prabowo, Jurnalis · Rabu 14 September 2016 14:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 14 510 1489042 petugas-gabungan-merazia-mobil-berpelat-modifikasi-2DPJNEJG51.jpg Mobil ber-plat saat di razia petugas (foto: Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA – Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan razia terhadap mobil yang melintas di Jalan Malioboro. Mobil yang dirazia lebih pada pengemudi taksi dan mobil pribadi yang mengenakan pelat nomor palsu atau modifikasi.

Para pengemudi mobil diarahkan petugas untuk memasuki halaman Gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro. Terlihat beberapa mobil terjaring razia karena tak memasang pelat asli yang dikeluarkan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY.

Salah satunya mobil Honda HR-V berwarna putih yang dikemudikan seorang perempuan tengah baya. Mobil tersebut memasang pelat palsu rekayasa sendiri yakni AB 12 IILY. Padahal, mobil itu berpelat asli AB 1211 LY.

Kedapatan memasang pelat nomor tak standar, petugas menghentikan lajunya. Polisi memberi surat tilang meski dia membawa pelat nomor asli yang ada di dalam mobil. Polisi juga mengganti pelat palsu yang terpasang dengan yang asli dan tersimpan di mobil.

"Kita tilang karena tidak memasang pelat asli. Walaupun pelat asli ada, tapi ada pelanggaran lalu lintas dengan memasang pelat yang direkayasa sendiri," kata Kasubdit Bidang Penegakan Hukum Polda DIY AKBP Heru Setiawan kepada wartawan, Rabu (14/9/2016).

Pihaknya meminta agar pemilik mobil tidak memasang pelat nomor hasil rekayasa, karena sudah cukup jelas melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Beberapa mobil yang mengenakan pelat rekayasa turut ditilang petugas.

Begitu juga dengan beberapa mobil taksi yang melintas harus menjalani pemeriksaan oleh petugas dari Dinas Perhubungan DIY. Beberapa mobil taksi melanggar aturan seperti izin trayek habis, tak ada kartu pengawas, serta SIM kedaluwarsa.

"Banyak kita temukan pelanggaran oleh pengemudi taksi. Kita langsung beri surat tilang karena sudah berulang kali kita beri peringatan, saat ini sudah penindakan," jelas Kepala Kantor Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub DIY Sumariyoto.

Dia menyampaikan ada dua pengemudi taksi online yang terkena razia karena tidak memiliki izin trayek angkutan umum. Sementara 11 pengemudi taksi lainnya juga ditilang karena ditemukan pelanggaran.

"Ada yang kirnya habis belum diperpanjang, SIM mati, dan mobil yang dipergunakan justru dari luar DIY, seperti berpelat R, AA, dan lainnya," tandas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini