Image

RSJ Aminogondohutomo Tolak Publikasikan Hasil Diagnosis Penghina Nabi

Mustholih, Jurnalis · Rabu 14 September 2016 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 14 512 1489098 rsj-aminogondohutomo-tolak-publikasikan-hasil-diagnosis-penghina-nabi-93PB8DbpN0.jpg Buku-buku karangan Ahmad Fauzi (Foto : Twitter)

SEMARANG – Rumah Sakit Jiwa Dokter Aminogondohutomo, Semarang, Jawa Tengah, menolak membuka hasil diagnosis Ahmad Fauzi yang merupakan penulis buku 'Tragedi Incest Adam dan Hawa dan Nabi Krimial'.

Wakil Direktur RSJ Aminogondohutomo, Dokter Sri Mulyani, menyatakan rekam medis Ahmad Fauzi bersifat rahasia dan tidak bisa dibuka ke publik. "Mohon maaf dengan sangat terpaksa dan menjaga confidensial pasiennya, maka kami tidak bisa mengungkap hasilnya ke media massa," katanya di Semarang, Rabu (14/9/2016).

Dokter Sri Mulyani enggan berbicara lebih jauh ihwal kondisi kejiwaan Ahmad Fauzi. Meski begitu, Kepala Subbagian Rumah Tangga dan Humas RSJ Aminogondohutomo, Eko Maryanto, menuturkan Ahmad Fauzi selama dirawat kerap menunjukkan gelagat aneh.

"Kita sudah lihat bahwa dia itu sangat labil dan sulit tidur. Namun, kita belum bisa menyimpulkan sejauh mana diagnosis yang dilakukan tim psikiater nanti," ujar Maryanto.

Bahkan, lanjut dia, Ahmad Fauzi sering mengomel kepada perawat dan beberapa kali memberi ceramah tentang ilmu-ilmu kenabian. Namun, Maryanto tidak bersedia menyimpulkan apakah Ahmad Fauzi mengidap skizofrenia atau tidak.

"Karena, pasien skizofrenia sangat sulit disimpulkan apakah dia sakit kronis atau tidak mengingat perilakunya muncul secara tiba-tiba," tegas Maryanto.

Ahmad Fauzi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah sehubungan dengan tulisan-tulisannya yang memicu amarah umat Islam karena terkesan menghina Nabi Muhammad SAW. Ahmad Fauzi dalam bukunya, antara lain, menyatakan Nabi Muhammad SAW saat menerima wahyu Allah SWT dalam kondisi kesurupan.

Saat diperiksa polisi, Ahmad Fauzi sempat mengaku pernah menderita penyakit skizofrenia. Untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut, petugas Polda Jateng membawanya ke RSJ Aminogondohutomo untuk dilakukan observasi guna mendapat visum et repertum dari dokter. (ulu)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini