nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Panti Pijat Plus-Plus Digerebek, Terapis & Pengelola Dibekuk

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 14 September 2016 17:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 09 14 519 1489190 panti-pijat-plus-plus-digerebek-terapis-pengelola-dibekuk-KJN4xhhmdX.jpg Pengelola panti pijat, Sumarni (tengah) diapit dua polisi (Syaiful/Okezone)

SURABAYA – Praktik prostitusi di Kota Pahlawan masih terjadi, meski kerap dirazia. Kali ini petugas menggerebek panti pijat Timung Salon Prima di Jalan Gunungsari, Surabaya, Jawa Timur, yang diduga ikut menyediakan layanan jasa esek-esek.

Alhasil, seorang terapis berinisial DM (42) diringkus petugas karena kepergok melayani pijat plus-plus pada tamu. Selain itu, polisi juga menangkap pengelola panti pijat bernama Sumarni (57).

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguna, mengatakan, penggerebekan berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan ada panti pijat tradisional melayani oral seks.

“Lalu Unit PPA menindaklanjuti laporan itu dengan turun ke lokasi pada Selasa (13 September) kemarin. Rupanya informasi tersebut benar adanya. Kami langsung mengamankan pengelola panti pijat dan seorang terapis,” terang Bayu, Rabu (14/9/2016).

Menurutnya, untuk terapis statusnya korban, sedangkan pengelola panti pijat ditetapkan sebagai tersangka. Ia disangka mempermudah melakukan perbuatan cabul atau mengambil keuntungan dari pelacuran.

“Dari tangan tersangka, kami menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp230 ribu, sebuah handuk dan buku catatan tamu. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP,” tukasnya.

Sementara itu, Sumarni membantah bahwa panti pijatnya telah melayani plus-plus, melainkan hanya untuk pijat tradisional. Setiap kali pijat tarifnya Rp90 ribu. Panti pijat ini sendiri baru beroperasi satu tahun.

“Rp15 ribu untuk terapisnya, sedangkan untuk saya Rp75 ribu karena masih harus membayar pajak,” papar Sumarni.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini