Berlayar, Delapan Perempuan Coba Tembus Blokade Jalur Gaza

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Kamis 15 September 2016 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 15 18 1489863 demi-solidaritas-delapan-perempuan-berlayar-dari-barcelona-ke-gaza-PyBroRrrVk.jpg Tujuh dari delapan orang perempuan yang berlayar menuju Gaza dari Barcelona (Foto: Duroyan Frtl/Twitter)

BARCELONA – Aktivis, politikus, dan seniman budaya dari berbagai belahan dunia tengah berlayar dalam dua buah kapal menuju Jalur Gaza. Kapal bernama “Amal” dan “Zaytouna” itu berlayar dari Barcelona, Spanyol pada Rabu 14 September 2016 malam waktu setempat.

Hal yang menakjubkan, seluruh kru kedua kapal tersebut berjenis kelamin perempuan. Tujuh perempuan pemberani yang berlayar dalam kapal tersebut, berharap untuk bisa menembus blokade Jalur Gaza yang diberlakukan Israel sejak 2007.

Peraih Nobel asal Irlandia Utara, Mairead MaGuire; Anggota Parlemen Uni Eropa asal Swedia, Malin Bjork; Anggota Parlemen Selandia Baru, Marama Davidson; Penulis skenario Amerika Serikat, Naomi Wallace; Atlet asal Turki, Cigdem Topcuoglu diharapkan sampai di Gaza pada awal Oktober 2016.

Salah satu kru kapal lainnya, Jaldia Abubakra, mengatakan misi Women’s Boat to Gaza ingin menarik perhatian dunia ke Jalur Gaza. Aksi itu dilakukan untuk mengekspresikan solidaritas kepada perempuan Palestina dan warga Gaza pada umumnya.

“Bagi kami, sebagai bagian dari perempuan di dunia, perlawanan ini sangat penting untuk menunjukkan hak dan kesempatan kami, penting untuk membuktikan bahwa kita bisa mengirim kapal ke Gaza, penting untuk menunjukkan kita memiliki solidaritas dengan perempuan dan warga Jalur Gaza,” tutur perempuan kelahiran Israel tersebut, seperti dimuat Russia Today, Kamis (15/9/2016).

Israel melakukan blokade darat, udara, dan laut dari Jalur Gaza setelah dikuasai oleh Hamas pada 2007. Kondisi di Gaza makin memprihatinkan setelah Otoritas Mesir di Rafah menutup satu-satunya perbatasan dengan Palestina.

Pada 2015, Women’s Boat to Gaza pernah berusaha untuk mengirimkan bantuan ke wilayah tersebut, tetapi dicegat oleh Angkatan Laut Israel. Kapal bernama “Marianne” itu kemudian diparkir oleh AL Israel di Ashdod. (war)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini