Bocah Tujuh Tahun Temukan Ratusan Butir Peluru di Sungai Deli

Erie Prasetyo, Okezone · Minggu 18 September 2016 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 18 340 1492247 bocah-tujuh-tahun-temukan-ratusan-butir-peluru-di-sungai-deli-xrq7VGod2d.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

MEDAN - Seorang bocah berusia tujuh tahun, Yuga Pramana, menemukan 126 butir peluru aktif buatan PT Pindad saat dirinya berenang di Sungai Deli, Medan, Sumatera Utara. Siswa Kelas I SD itu menemukan ratusan peluru tajam tersebut pada Sabtu, 17 September 2016 kemarin.

Penemuan peluru tajam itu sontak membuat warga sekitar Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, mendadak heboh.

Peluru tajam yang ditemukan berkaliber 5,56 mm x 45 (MU-5TJ) dan masih dalam jepitan. Sewaktu berenang, Yuga merasa aneh saat kakinya menginjak sesuatu di dasar sungai.

Penasaran, bocah itu pun mengangkat barang tersebut yang ternyata sebuah bungkusan berisi ratusan peluru tajam aktif. Yuga pun tidak menyangka jika benda yang ditemukannya itu adalah peluru. Lantaran dianggap hanya mainan biasa, ia lantas menghamburkan butiran peluru tersebut yang kemudian diambil oleh teman-temannya.

Warga setempat, Saiful Tanjung, yang melihat kejadian itu kemudian menyuruh anak-anak tadi mengumpulkan peluru-peluru yang sudah berserakan. Setelah peluru terkumpul, Saiful pun meminta rekannya, Majid, untuk menghubungi petugas Polsek Medan Kota.

“Personel mengamankan 126 peluru tajam yang sudah dikumpulkan dengan bantuan kepala lingkungan dan warga setempat. Kemudian saksi mata dibawa ke Polsek Medan Kota untuk dimintai keterangan terkait penemuan ratusan peluru tajam tersebut,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu SH MH, Minggu (18/9/2016).

Martualesi Sitepu menuturkan, 126 peluru tajam aktif itu berkaliber 5,56mm x 45 (MU-5TJ) dengan No. LOT:11/10 PT PINDAD (PERSERO). Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan kepala lingkungan serta masyarakat setempat untuk bekerja sama dan menginformasikan terkait sisa peluru yang kemungkinan masih ada di lokasi.

“Kita juga sedang melakukan pemeriksaan di seputaran aliran sungai terkait sisa-sisanya,” jelas Martualesi.

Sementara Yuga saat ditanya polisi mengaku tidak tahu jika yang ditemukannya adalah peluru aktif.

“Kami dapat peluru itu waktu mandi di sungai sehabis pulang sekolah. Rencananya kami mau mencari ikan. Tapi waktu menemukan peluru itu tidak jadi kami cari ikan,” ujar Yuga didampingi orangtuanya saat melapor di kantor polisi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini