Image

Benda-Benda Ini Ditemukan di Dasar Sumur Zamzam

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Rabu 21 September 2016, 07:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 21 337 1494550 benda-benda-ini-ditemukan-di-dasar-sumur-zamzam-vHzmdSD8KR.jpg

MAKKAH – Sumur zamzam yang ditemukan sejak lebih dari 14 abad silam selalu menyimpan misteri yang hingga kini belum terpecahkan. Mulai dari debit airnya yang tak pernah kering meski diambil tanpa henti sepanjang tahun oleh jutaan jamaah haji dan umrah, hingga kandungan materi di dalamnya sehingga memiliki keistimewaan tersendiri. Satu hal lagi yang belum tuntas terjawab, beragam benda ditemukan di dasar sumur ini.

Benda-benda itu kini menjadi koleksi Museum Haramain yang berlokasi di wilayah Ummul Joud, Makkah. Tak hanya ihwal sumur zamzam, museum ini juga menampilkan sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari masa ke masa. Di Museum Haramain, semua seluk-beluk dua masjid ini tersaji indah dalam bingkai kaca. Cukup 30 menit, tak hanya masa lalu yang bisa dinikmati, bayangan masa depan dua masjid ini juga telah nyata dihadirkan. Semuanya dijamin keasliannya, bukan replika.

Begitu turun dari kendaraan, pagar tinggi dari tembok akan menyambut para pengunjung. Di balik tembok bercat krem yang kokoh langsung tersaji taman-taman indah dengan rumput dan pepohonan rindang memanjakan setiap mata yang memandang. Sebuah pemandangan langka di tanah suci yang gersang. Bangunan museum yang dikenal dengan The Exibithion of Two Holy Mosques Architecture ini cukup besar dengan pilar-pilar yang kokoh di bagian muka serta beberapa ruangan di dalamnya.

 

(Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

Di salah satu ruangan tersaji lengkap seluk belum mengenai sumur zamzam. Mulai dari perubahan fasilitas pendukungnya dari masa ke masa hingga penjelasan mengenai sumur itu sendiri. Pernak-pernik lain mengenai sumur zamzam juga tersaji, seperti benda-benda yang ditemukan di dasar sumur. Terhitung ada 60 benda menyerupai logam uang koin beraneka warna yang ditemukan di dasar sumur Zamzam ketika dilakukan proses pembersihan.

Saat Okezone bersama tim Media Center Haji berkunjung ke museum, logam-logam tersebut ditempatkan di atas nampan dan ditutup menggunakan kaca. Tidak ada keterangan jelas dari mana asal benda-benda tersebut serta detail informasi lainnya. Yang jelas, di bawah etalase kaca tertulis bahwa benda-benda ini diambil dari dasar sumur zamzam.

Selain benda-benda temuan tersebut, terdapat koleksi lain yang berhubungan dengan air zamzam. Benda yang paling menarik perhatian pengunjung adalah cangkang sumur zamzam dari kayu yang disangga besi berdiameter cukup besar berikut timba besi, kerekan, dan tali pengikatnya.

Di sisi sebelah kiri tempat permukaan sumur dipajang, terdapat koleksi foto-foto yang menunjukkan lokasi sumur zamzam. Dari salah satu foto didapat informasi lokasi persis sumur zamzam ternyata berada lurus sejajar dengan Multazam, yaitu bagian Kakbah di antara sudut Hajar Aswad dan Pintu Kakbah. Dalam foto tersebut digambarkan ada lantai yang diberi tanda khusus bertuliskan sumur zamzam dan para jamaah haji yang sedang tawaf. Namun, belakangan tanda khusus ini hilang seiring pemasangan lapisan lantai tahan panas.

Seiring kemajuan zaman juga ditampilkan teknologi pompa air yang dipasang di mulut sumur zamzam. Sumur ini akan menyedot air yang kemudian akan dikemas dalam beragam kemasan di sebuah pabrik pengolahan di wilayah Kudai. Dari tempat ini air zamzam lantas dipasok salah satunya ke Masjid Nabawi di Madinah. Sebuah foto juga menampilkan teknologi mesin pendingin air zamzam yang produknya dapat dijumpai dengan mudah di kawasan Masjidil Haram.

Maket berisi informasi perihal mata air, kedalaman, diameter, serta bebatuan yang berada di sisi-sisi sumur zamzam juga disajikan lengkap dengan petunjuk berbahasa Arab. Di sini juga dipajang koleksi tempat menampung air zamzam dari teko dan bejana berwarna kuning keemasan dengan aneka bentuk juga ditampikan dalam etalase kaca. Termasuk tempat menampung air Zamzam dari kulit domba.

Koleksi Lain

(Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

Maket masa depan bangunan Masjidil Haram yang terletak di meja berukuran besar dan tertutup kaca juga bakal ditemui pengunjung di Museum Haramain. Maket ini terasa hidup dengan komposisi warna yang menyala efek dari lampu-lampu kecil di dalamnya.

Saat ini perluasan Masjidil Haram masih terus berlangsung. Sebuah megaproyek luar biasa, yang tentu membutuhkan dana triliunan rupiah dan waktu lama untuk mewujudkannya. Tak urung, maket ini menuai decak kagum para pengunjung. Mereka pun berebut mengabadikan bangunan masa depan masjidil haram menggunakan kamera ponsel. Di dinding-dinding ruang pertama ini juga tersaji foto-foto pintu Kakbah dari masa ke masa yang dibingkai dalam satu frame. Kemudian foto-foto Masjidil Haram tempo dulu lengkap dengan para jamaah haji yang melaksanakan tawaf serta foto kekinian Masjidil Haram.

Beranjak ke ruangan lainnya, mata para pengunjung akan langsung tertuju ke tangga kayu berukuran jumbo dengan roda-roda di empat penjuru kakinya. Yah, ini adalah tangga kuno menuju pintu Kakbah yang tercatat digunakan pada 1240 H. Tangga kayu tersebut dihias beragam ukiran bermotif kaligrafi di bagian lengkung atas serta kayu pembatas di sisi kanan dan kiri tangga.

Beralih ke sisi kanan ruang kedua terdapat maqam Ibrahim. Tampak dua cetakan jejak kaki dalam sebuah kaca berbentuk segi enam memanjang ke atas berwarna kuning emas. Lalu terdapat dua ujung menara utama Masjidil Haram yang menjulang tinggi berwarna kuning emas, ujungnya mirip tanduk dan dibawahnya terdapat bulatan-bulatan. Di sini juga terdapat gambar menara masjidil haram versi lama, versi lanjutannya, serta versi saat ini yang terpasang menjulang tinggi persis di Zamzam Tower. Dari sini tersaji fakta bahwa menara Masjidil Haram sejak awal hingga saat ini ujungnya lebih menyerupai tanduk, bukan bulan sabit dan bintang yang jamak digunakan. Di ruang ini juga terdapat koleksi beragam tiang Masjidil Haram dari masa ke masa sumbangan para sultan serta pintu kayu Masjidil Haram.

(Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

Ruang berikutnya didominasi koleksi benda-benda yang berhubungan dengan Kakbah. Di antaranya koleksi kain kiswah buatan Mesir dan India, cangkang hajar aswad di masa Sultan Murad Khad dari Ottoman, kotak kayu yang pernah ditempatkan di dalam Kakbah, talang air Kakbah, serta tempat menenun kain Kiswah.

Di bagian lain museum ini para pengunjung akan disuguhi koleksi mushaf Alquran pertama yang dibukukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Kemudian koleksi Alquran cetakan Madinah serta menuskrip lain terkait Alquran.

Ruang tengah Museum Haramain, didominasi koleksi benda-benda terkait masjid Nabawi. Mulai dari maket Masjid Nabawi, foto roudhoh, mimbar, hingga kaligrafi yang menghiasi masjid dari masa ke masa.

Sebelum keluar dari museum, para pengunjung akan disuguhi koleksi jam penunjuk waktu salat dari masa ke masa. Sebelum ditemukan teknologi jam, penentuan waktu salat di Masjidil Haram menggunakan perangkat sederhana dari lempengan batu marmer dengan logam mirip pisau di bagian tengahnya. Lalu bagian permukaan marmer diberi garis-garis pemisah dengan tulisan awwal dan tsani serta kode-kode huruf hijaiyah di empat sisinya sebagai penunjuk waktu salat lima waktu.

 (Foto: Mohammad Saifulloh/Okezone)

Salah seorang pengunjung museum, Abdul Salam asal Tangerang, menyatakan sangat terkesan dengan koleksi yang tersaji dalam museum Haramain yang tersohor dengan sebutan Museum Kakbah. Lontaran serupa juga datang dari Rukyatul Hajad, ketua rombongan kloter 24 JKS Tasikmalaya. Dia mengaku banyak jamaahnya yang enggan untuk beranjak dari Museum Haramain meski sudah lama berada di sana. Keluar dari museum ini memang serasa sudah menjelajahi setiap bagian Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari masa ke masa. Sebuah bekal pengetahuan penting tentang salah satu masjid yang disebut Allah SWT dalam Alquran.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini