nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Pimpin Diskusi PBB untuk Gagalkan Rencana Korut

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 22 September 2016 05:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 22 18 1495531 jepang-pimpin-diskusi-pbb-untuk-gagalkan-rencana-korut-6e3Xy6i7C2.jpg Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe siap memimpin diskusi di Dewan Keamanan PBB terkait isu Korut (Foto: Mike Segar/Reuters)

NEW YORK – Ancaman yang dimunculkan oleh Korea Utara (Korut) dengan sejumlah uji coba nuklir dan rudal sepanjang 2016 sangat serius dibandingkan beberapa tahun belakangan. Untuk itu, Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe meminta respons yang lebih nyata dari banyak pihak.

Permintaan tersebut disampaikan pemimpin Partai Liberal Demokratik (LDP) dalam pidatonya di Sidang Tahunan Majelis Umum PBB (UNGA) di New York, Amerika Serikat (AS). Dunia sudah waktunya menggagalkan rencana Korut dan Dewan Keamanan PBB harus menunjukkan sikap yang jelas terhadap ancaman tersebut.

“Ancaman Korut sudah mencapai dimensi yang sama sekali berbeda dari apa yang telah terjadi sampai sekarang. Mereka (Korut) sudah meluncurkan total 21 rudal balistik dan melakukan dua uji nuklir sepanjang 2016,” tutur Abe, seperti dimuat The Guardian, Kamis (22/9/2016).

Pria berusia 62 tahun itu menambahkan, Jepang siap memimpin diskusi Dewan Keamanan PBB untuk isu tersebut. “Kita harus merespons dengan cara yang jauh berbeda dari yang kita lakukan selama ini. Kita harus berkonsentrasi pada kekuatan sendiri dan menggagalkan rencana Korut,” tegas Abe.

Sebelumnya, PM China Li Keqiang meminta semua negara tetap berkomitmen penuh pada denuklirisasi di Semenanjung Korea sambil mencari solusi lewat dialog. Li bersama Presiden AS Barack Obama sepakat untuk meningkatkan kerjasama di Dewan Keamanan PBB untuk menekan Korut.

Permintaan Abe sangat wajar mengingat sejumlah uji coba rudal balistik Korut hampir mencapai wilayah Jepang. Tiga buah rudal yang ditembakkan Pyongyang pada 5 September 2016 bahkan sudah berhasil mencapai perairan Negeri Matahari Terbit di zona ekonomi eksklusif (ZEE).

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini