nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

191 WNI Pasutri di Malaysia Akan Dinikahkan

Ade Putra, Jurnalis · Kamis 22 September 2016 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 09 22 340 1495922 191-wni-pasutri-di-malaysia-akan-dinikahkan-gWCUJNo4fA.jpg Ilustrasi (Okezone)

PONTIANAK – Pengadilan Agama Jakarta Pusat akan melaksanakan sidang isbat nikah warga negara Indonesia (WNI) pasangan suami istri (pasutri) yang berada di Sarawak. Pengesahan pernikahan itu akan dilakukan pada 26–28 September 2016 di Aula Serbaguna Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jalan Stutong Nomor 21, Kuching, Sarawak, Malaysia.

"Sejauh ini sudah ada 191 pasutri yang mendaftar mengikuti isbat nikah," kata Pejabat Fungsi Konsuler II KJRI di Kuching, Muhammad Abdullah, dalam siaran pers yang diterima Okezone, Kamis (22/9/2016).

Abdullah mengatakan, banyaknya pernikahan yang dilakukan WNI, khususnya para tenaga kerja Indonesia (TKI), yang tak tercatat atau terdaftar resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) Republik Indonesia, atau bisa disebut menikah kampung, bawah tangan, nikah siri, dan/atau hanya menikah imam, membuat program ini harus dilaksanakan.

"Program ini juga merupakan salah satu upaya dan kegiatan perlindungan untuk WNI dan TKI dalam bentuk penerbitan buku nikah kepada pasutri," ujarnya.

Abdullah menerangkan, program serupa yang menggandeng Pengadilan Agama Jakarta Pusat telah terlaksana tiga tahun lalu. Kala itu KJRI Kuching sukses mengesahkan 110 WNI pasutri yang nikah siri. "Ini merupakan sidang isbat kedua yang dilakukan di KJRI," ujar Manat –sapaan akrab Abdullah.

Dalam pelaksanaan sidang isbat nikah ini, pihak KJRI tak memungut biaya yang besar. Hanya untuk membayar biaya administrasi, para pasutri diminta biaya sebesar Rp116 ribu atau sekira RM38 (ringgit Malaysia). Dana akan langsung dikirim ke rekening Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Mereka yang pernikahannya ingin disahkan harus memenuhi sejumlah syarat. Seperti, calon peserta memang benar telah menikah, baik nikah kampung atau menikah bawah tangan atau imam. Mengisi formulir dan berkas pendaftaran menyertakan fotokopi identitas dan pas foto.

Teknis sidang selama tiga hari ini dengan menikahkan sekira 65 pasutri per hari. Nantinya bagi pasangan yang telah menjaIani sidang isbat dan dinyatakan sah, maka KJRI akan memberikan buku atau kutipan akta pernikahan sebagai bentuk pengesahan perkawinan atau pernikahannya.

Isbat nikah adalah langkah penetapan pernikahan dari Pengadilan Agama atas pernikahan yang dilakukan berdasarkan Syariat Islam dan tidak dicatat oleh pegawai berwenang sehingga pasangan tersebut tak memiliki dokumen atau akta pernikahan sah yang berimplikasi tidak diakuinya pernikahan itu, menurut hukum-hukum positif Indonesia, termasuk anak-anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut.

Berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 08-KMA/SK/V 2011 tertanggal 25 Mei 2011 tentang Izin Sidang Pengesahan Perkawinan (Isbat Nikah) di Kantor Perwakilan Republik Indonesia. Dengan demikian, WNI yang non muslim juga bisa mengurus pernikahan di KUA atau Kantor Perwakilan RI dengan membawa surat dari pihak pengurus agama masing-masing.

Abdullah, yang juga pegawai pencatat nikah, menambahkan bahwa dalam pelaksanaan nanti juga dihadiri oleh Menteri Kebajikan, Wanita, dan Kesejahteraan Komuniti Sarawak Datuk Hajah Fatimah Abdullah.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini