Share

Menilik Aktivitas Bocah Korban Banjir Bandang Garut

Oris Riswan, Okezone · Minggu 25 September 2016 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 25 525 1498136 menilik-aktivitas-bocah-korban-banjir-bandang-garut-mw9OyctWyT.jpg Para bocah banjir bandang di Garut tampak sedang memasukkan sampah ke kantong sampah. (Foto: Oris Riswan)

GARUT – Banjir bandang di Kabupaten Garut terjadi pada Selasa (20/9/2016) malam. Salah satu lokasi yang diserang banjir bandang adalah Kampung Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Sebanyak 230 warga Kampung Cimacan terpaksa mengungsi di beberapa titik aman di Kampung Cimacan, termasuk anak-anak. Salah satunya lokasi pengungsian adalah di Masjid Al-Mukmin.

Di antara warga lainnya, tampak beberapa bocah sibuk melakukan bersih-bersih di sekitar lokasi pengungsian. Dengan sigap, beberapa bocah saling bekerjasama memasukkan sampah ke dalam karung.

Sesekali salah seorang dari mereka memberi instruksi untuk memungut sampah yang terlewat diangkut. Di sisi lain, bocah-bocah itu tampak sibuk memungut sampah.

Mereka tampak bersemangat dan sesekali tertawa saat membersihkan sampah. Apalagi mereka akan diberi hadiah berupa makanan hingga perlengkapan sekolah. Keceriaan pun tampak seolah mereka tak punya beban dan kenyataan bahwa rumahnya terseret arus Sungai Cimahuk.

"Senang, soalnya dikasih hadiah (dari relawan) kalau bersih," ujar Surya Alam (8) dengan raut wajah polos, Minggu (25/9/2016).

Hal serupa juga diungkapkan Firman Suhendar (13). Ia senang bisa membersihkan sampah di lokasi pengungsian. Sebab dalam saat bersamaan lokasi pengungsian menjadi bersih, ia dan teman-temannya bisa bermain. Terlebih ada hadiah yang diberikan relawan kepada mereka yang membantu membersihkan sampah.

Usai membersihkan sampah, para bocah itu pun kembali beraktivitas. Ada yang bermain dan ngobrol di sekitar pengungsian, ada juga yang memilih bermain ke tempat lain.

Selang beberapa menit, sekira lima bocah mendatangi posko tempat penyimpanan bantuan bagi korban banjir bandang. Mereka meminta mi instan dalam wadah pada petugas posko.

"Budak mah tong nuang mi wae (anak kecil jangan makan mi terus)," ujar salah seorang petugas.

Para bocah itu pun tersenyum. Tapi, mereka tetap ngotot meminta mi instan. Petugas pun memberikan mereka sosis siap makan agar tak lagi meminta mi. Para bocah itu pun tertawa dan langsung mengantre agar mendapatkan giliran.

"Abi hoyong dua, Pak (saya mau dua pak)," pinta salah seorang bocah.

Petugas pun tersenyum. Mereka memberi penjelasan agar masing-masing mendapat jatah satu sosis. Itu karena banyak anak yang harus mendapat jatah serupa. Setelah mendapat bagian masing-masing, para bocah itu pun keluar dari lokasi dan kembali bermain di area luar.

Sementara di lokasi, petugas tampak sibuk melakukan pekerjaannya. Ada yang mendata jumlah bantuan, ada yang mendistribusikan bantuan, memilah pakaian, hingga memeriksa kesehatan para pengungsi.

Sementara sebagian warga memilih pulang sementara ke rumahnya yang sempat terendam banjir. Mereka membersihkan sisa-sisa banjir yang sempat menerjang rumahnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini