Ini Identitas Penembak Penulis Ateis Asal Yordania

Silviana Dharma, Okezone · Senin 26 September 2016 01:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 26 18 1498433 ini-identitas-penembak-penulis-ateis-asal-yordania-0W4gXdJvG0.jpg Nahed Hattar. (Foto: Jordan Times)

AMMAN – Pria yang menembak mati penulis ateis asal Yordania dari jarak dekat telah disebarkan identitasnya, baik wajah maupun nama pada Minggu 25 September. Polisi merincinya sebagai seorang imam lokal berusia 49 tahun.

Pelaku diketahui bernama Riad Ismaeel Abdullah. Petugas keamanan mengenali dia sebagai seorang ekstremis. Abdullah disebut datang dari keluarga miskin di Hashi.

Belum diketahui motif di balik aksi nekatnya, padahal dia baru saja kembali dari perjalanan ke luar negeri. Demikian seperti yang diwartakan Independent, Senin (26/9/2016).

Ia menembak korbannya, Nahed Hattar ketika dia sedang dalam perjalanan memenuhi panggilan sidang lanjutannya. Tiga letusan timah panas menembus kepalanya dan seketika itu juga dia tewas. Insiden in terjadi tepat di luar pengadilan Distrik Abdali, Kota Amman. Saat itu juga, Abdullah diringkus petugas keamanan dan diinterogasi.

Hattar (56) adalah seorang penulis kenamanan di Yordania. Ia ditangkap sebulan lalu karena dianggap telah menyebarkan pesan bergambar yang melecehkan Allah dan agama Islam.

Gambar yang dimaksud berupa karikatur, menggambarkan Tuhan di surganya melayani pria berjanggut yang merokok di atas ranjangnnya bersama dua perempuan. Pria yang bersikap bak raja itu memanggil Tuhan untuk menyajikan anggur baginya.

Hasil gambar untuk nAHED hATTAR

Warganet pun geram dan melaporkan kartun itu ke pihak berwajib. Perdana Menteri Yordania, Hani Mulki juga memerintahkan penyelidikan terhadap kartun tersebut. Tidak mau masalah ini berlarut-larut, Hattar menyerahkan diri ke kantor polisi pada 13 Agustus.

Padahal sejatinya ilustrasi itu bukan hasil karya Hattar. Akan tetapi, dia telah dianggap berjasa memopulerkan gambar tersebut dengan cara mengunggahnya di Facebook. Dalam pembelaannya, dia menjelaskan bahwa gambar itu sesuai untuk menampilkan sudut pandangan ISIS yang sebenarnya.

Jurnalis yang terkenal kontroversial itu dibebaskan dengan jaminan pada awal September. Namun dia tetap harus menghadiri sidang lanjutan kasus tersebut.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini