Keluarga Salahkan PM Yordania atas Kematian Nahed Hattar

Silviana Dharma, Okezone · Senin 26 September 2016 03:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 26 18 1498445 keluarga-salahkan-pm-yordania-atas-kematian-nahed-hattar-adWw2t8Xar.jpg Majed Hattar, saudara laki-laki Nahed. (Foto: Muhammad Hamed/Reuters)

AMMAN – Keluarga Nahed Hattar, penulis sekaligus jurnalis Yordania yang ditembak mati di depan pengadilan Distrik Abdali, Kota Amman, menyalahkan Perdana Menteri Hani Mulki atas kematiannya. Mereka juga mengkritisi tanggapan pemerintah soal insiden pada Minggu 25 September tersebut.

“Perdana Menteri (Hani Mulki) adalah orang pertama yang menghasut publik untuk menangkap Nahed (Hattar). Itu terjadi saat dia memerintahkan penangkapan dan membawa dia ke meja hijau karena gambar karikatur yang diunggahnya. Dari situ, publik digiring untuk ikut menentangnya dan memicu pembunuhan terhadap dia,” kata Saad Hattar, sepupu dari penulis kontroversial berusia 56 tahun itu, seperti dikutip dari Independent, Senin (26/9/2016).

Hattar adalah penulis terkenal di Yordania. Dia juga seorang aktivis politik yang dikabarkan mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al Assad dan sangat keras mengkritisi ISIS dan Al Qaeda. Lahir dari keluarga Kristen, pria lulusan Universitas Yordania ini malah memilih jadi ateis.

Beberapa waktu lalu, namanya menggemparkan publik Yordania gara-gara pesan yang diunggahnya ke media sosial. Gambar yang dimaksud adalah karikatur yang menampilkan pria berjanggut putih memakai mahkota melayani pria berjanggut hitam ditemani dua wanita sundal.

Kartun tersebut mengilustrasikan Tuhan di surganya menjadi pembantu dari pria Arab yang meminta segelas anggur dan kacang mete. Hal ini menimbulkan kemarahan publik karena dinilai melecehkan Allah dan menghina agama Islam.

Alhasil, PM Hani Mulki memerintahkan penyelidikan atas kasus tersebut . Hattar bersikap kooperatif dengan menyerahkan diri ke polisi pada 13 Agustus. Dia dibebaskan dengan jaminan awal September ini, namun diminta tetap hadir dalam persidangan.

Riad Ismaeel Abdullah pada Minggu 25 September pukul 09.30 waktu setempat mendekati Hattar yang sedang melenggang ke gedung pengadilan, lalu menembaknya sebanyak tiga kali. Dalam jarak sangat dekat sekira satu meter, tiga timah panas langsung bersarang tepat di kepala Hattar. Dia pun tewas seketika.

Relatives and friends of Nahed Hattar hold pictures of him during a sit-in in the town of Al-Fuheis near Amman on Sunday.<br />

Sejumlah saksi mata menggambarkan serangan mendadak itu sebagai kejadian yang mengerikan. “Saya sedang membantu seorang perempuan membereskan dokumennya ketika kami mendengar suara tembakan. Saya menengok ke kanan dan melihat tubuh seorang pria sudah roboh ke lantai,” tuturnya, seperti disitat dari Jordan Times.

Dia menyaksikan insiden itu tepat terjadi di depan tangga menuju gedung pengadilan. Sejurus kemudian orang-orang menyadari apa yang baru saja terjadi dan lari menyelamatkan diri masing-masing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini