nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Metode STEAM Mudahkan Lanjut Kuliah ke AS

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis · Selasa 27 September 2016 15:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 09 27 65 1499805 metode-steam-mudahkan-lanjut-kuliah-ke-as-gwVjG2a5X8.jpg Harvard University

JAKARTA - Sebagai negara maju, Amerika Serikat (AS) memiliki kualitas pendidikan yang mumpuni disertai dengan fasilitas teknologi yang canggih. Tak heran, universitas yang berada di sana menempati jajaran tertinggi dalam peringkat kampus terbaik dunia.

Banyaknya peminat kuliah di AS tersebut membuat pelajar Indonesia harus memiliki kemampuan yang memadai untuk bisa lolos seleksi. Sedangkan sistem pendidikan di Indonesia masih menghafal teori. Belum lagi kemampuan bahasa Inggris yang lemah.

"Keunggulan sistem pendidikan di Amerika itu dalam pengembangan baik hard skill maupun soft skill. Oleh sebab itu perlu adanya pendekatan yang bisa mengadopsi pembelajaran di sana, yakni menggunakan metode STEAM," ujar Managing Director Putera Sampoerna Foundation, Nenny Soemawinata, di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Nenny menjelaskan, STEAM merupakan pembelajaran yang menggabungkan antara Science, Technology, Engineering, Arts, dan Math. Menurutnya, metode ini bukan berarti menyampingkan kurikulum nasional. Sebab, yang diadopsi hanyalah pendekatan dalam proses belajar mengajar.

"STEAM mengajak anak untuk berpikir secara kritis dan analitis. Dan ini bisa dibentuk sejak masih duduk di bangku TK. Sehingga anak tak dibiasakan belajar teori dan menghafal. Tetapi mereka tahu bahwa banyak pilihan cara untuk menyelesaikan masalah. Kalau menghafal mereka hanya tahu satu cara," ucapnya.

Dalam metode pembelajaran STEAM, imbuh Nenny, guru bertindak sebagai fasilitator. Jadi, anak merupakan sentral dari proses pembelajaran, baik di dalam atau di luar kelas.

"Dan pendekatan ini mengusung pembelajaran kolaboratif. Sehingga tidak bisa kalau duduknya seperti di kelas pada umumnya. Mereka nanti kerja sama dan berkelompok. Diberi proyek untuk menyelesaikan masalah tertentu," pungkasnya. (sus)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini