nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Warga Gangguan Jiwa di Bantul Mencapai 8.000 Orang

Markus Yuwono, Jurnalis · Senin 10 Oktober 2016 08:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 10 510 1510381 jumlah-warga-gangguan-jiwa-di-bantul-mencapai-8-000-orang-wTWegym3W0.jpg Ilustrasi

YOGYAKARTA – Kasi Rehabilitasi Tunasosial dan Korban Napza Dinas Sosial Bantul, Arifin Munajah, menyampaikan bahwa warga yang mengalami gangguan jiwa di Kabupaten Bantul pada 2016 mencapai lebih dari 8.000 orang. Warga yang mengalami gangguan jiwa itu dipengaruhi beberapa faktor, baik keturunan maupun faktor lain seperti karena kekecewaan, korban penganiayaan, atau korban trafficking.

"Ada sekira 8.000 warga Bantul mengalami gangguan jiwa," kata Arifin di Bantul, DI Yogyakarta, Minggu 9 Oktober 2016.

Ia tidak menampik warga yang mengalami gangguan jiwa itu oleh keluarganya ada yang dipasung, ada pula yang diisolasi di dalam kamar dengan alasan supaya tidak menganggu. Upaya yang dilakukan adalah melakukan evakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Grasia, Sleman. Meski diakuinya, perlu pendekatan ke pihak keluarga agar mau.

"Akan ada assesment dari pihak puskesmas," tambahnya.

Adapun jumlah penderita yang sebelumnya dipasung dan dievakuasi yitu tiga warga Kecamatan Dlingo dan tiga warga Kecamatan Srandakan. Namun, ada pula yang belum bisa dievakuasi karena kendala pada keluarga, yakni tiga warga Kecamatan Pandak, dua warga Kecamatan Sedayu, dan satu warga Kecamatan Bantuntapan.

"Kalau mau diberikan pengobatan, sebenarnya gratis, pembiayaan ditanggung pemerintah, baik itu dari Jamkesmas maupun Jamkesda. Keluarga hanya menyertakan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) atau C1," bebernya.

Arifin mengatakan, selain upaya evakuasi, bagi warga yang mengalami gangguan kejiwaan akan mendapat perhatian penuh dan rawat jalan di puskesmas. Nantinya bagi penderita yang sembuh diberikan keterampilan.

"Seperti yang telah kita lakukan bagi warga eks gangguan kejiwaan di Kecamatan Imogiri, beberapa waktu lalu kita beri keterampilan memelihara ayam kampung," urainya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini