nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tujuh Peraih Nobel Perdamaian Akan Kunjungi Indonesia

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 13 Oktober 2016 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 13 65 1513881 tujuh-peraih-nobel-perdamaian-akan-kunjungi-indonesia-b2kucqCWG8.jpg Foto: Istimewa

MEDAN - Sebanyak tujuh pemenang nobel perdamaian, fisika, kimia dan kedokteran, akan berkunjung ke Indonesia pada periode Januari-Maret 2017. Mereka datang ke Indonesia untuk menjadi pembicara dalam rangkaian dialog pada acara ASEAN “Bridges-Dialogues Towards a Culture of Peace” ke-6.

Acara ini difasilitasi oleh International Peace Foundation yang berpusat di Wina dan terselenggara atas kerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia. Di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Binus School Simprug, Universitas Binus, IPEKA Sekolah Kristen Terpadu, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Kristen Petra, Universitas Prasetiya Mulya, Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Udayana, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (13/10/2016), Chairman of International Peace Foundation Uwe Morawetz melalui Director of Events Coordination Peace Foundation, Daniel Bednarik menyebutkan, bahwa ketujuh peraih nobel itu adalah Prof. Eric Stark Maskin, HE Jose Manuel Barroso, Prof. Sheldon Lee Glashlow, Dr. Sir Richard J. Roberts, Prof. Robert Fry Eugle III, Prof. Jerome Isaac Friedman, Dr. Peter Agre.

Di Januari 2017, Prof. Eric Stark Maskin, ekonom asal Amerika yang berhasil memenangkan nobel ekonomi tahun 2007, akan mengisi dialog yang membahas pasar global yang gagal mengurangi ketimpangan. Dialog akan dilaksanakan pada Minggu 15 Januari 2017 di Universitas Surabaya.

Lalu ada HE Jose Manuel Barroso, Presiden ke-11 Komisi Eropa yang menerima hadiah Nobel Perdamaian pada 2012 atas nama Uni Eropa, yang akan mengisi dialog dengan bahasan terkait pemerintahan nasional hingga regional dan global. Dialog akan dilaksanakan pada Rabu 25 Januari 2017 di Universitas Prasetiya Mulya Jakarta.

Di Februari, Prof. Sheldon Lee Glashlow, peraih hadiah Nobel pada 1979 di bidang Fisika untuk usahanya dalam merumuskan teori electroweak yang menjelaskan kesatuan elektromagnetisme dan gaya lemah, akan bicara dalam dialog tentang bagaimana ilmu pengetahuan dasar dapat mendorong kemajuan teknologi, yang akan dilaksanakan di Universitas Binus Jakarta, pada Rabu 8 Februari 2016.

Lalu ada Dr. Sir Richard J. Roberts, Direktur Riset di New England Biolabs di Massachusetts yang dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Kedokteran pada 1993 untuk penemuannya mengenai split genes dan mRNA splicing, akan bicara dalam dialog bertajuk “Mengapa Anda Harus Mencintai Bakteri”, yang akan digelar di dua tempat yakni di Universitas Indonesia pada 8 Februari 2016 dan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Jumat 10 Februari 2016.

Masih di Februari 2017, ada Prof. Robert Fry Eugle III, seorang penerima Hadiah Nobel pada 2003 di bidang Ekonomi. Profesor Robert akan membahas tentang masa depan untuk stabilitas keuangan global, yang akan dilaksanakan pada 20 dan 22 Februari di Universitas Airlangga di Surabaya dan Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia.

Sementara pada Maret 2017, ada Prof. Jerome Isaac Friedman, Profesor di Institut Teknologi Massachusetts dan penerima Hadiah Nobel di bidang Fisika tahun 1990, yang melakukan serangkaian eksperimen yang membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut dari struktur terdalam materi.

Profesor Jerome akan mengisi dialog yang membahas tentang pencarian struktur alam semesta dan bagaimana struktur alam semesta menciptakan perdamaian dan menyatukan umat manusia. Dialog akan dilaksanakan pada 8 dan 10 Maret 2017 di Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Kristen Petra Surabaya

Lalu ada pula Dr. Peter Agre, Profesor Biologi Kimia dan Profesor Kedokteran di Universitas Kedokteran Johns Hopkins serta Direktur Institut Penelitian Malaria Johns Hopkins di Bloomberg School of Public Health di Baltimore, yang dianugerahi Hadiah Nobel pada 2003 di bidang Kimia atas karyanya dalam mengisolasi protein membran yang telah menjadi saluran air yang telah lama dicari setelah keluar dari dan ke dalam sel.

Dalam dialognya, Dr. Peter akan membahas tentang membuka pintu ke seluruh dunia melalui ilmu kedokteran. Dialog akan dilaksanakan pada 22 Maret 2017 di Institute Teknologi Bandung dan Universitas Padjajaran Bandung, serta 24 Maret 2017 di Universitas Udayana Bali.

Rangkaian acara “Bridges” ASEAN ke-6 ini serupa dengan rangkaian acara “Bridges” yang telah diselenggarakan oleh International Peace Foundation sejak 2003 dengan total 682 acara di Thailand, Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Singapura.

Sebanyak 48 pemenang hadiah Nobel serta 20 pembicara lain dan para seniman termasuk Vladimir Ashkenazy, Dr. Hand Blix, Jackie Chan, the Rev. Jesse Jackson, Vanessa-Mae, Jessye Norman, Presiden Prof. Romano Prodi, Dame Anita Roddick, Oliver Stone dan Dr. James Wolfensohn berpartisipasi dalam acara ini yang bertujuan untuk mendukung pendidikan di kawasan ASEAN.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini