Kampus Ini Dorong Pertanian Organik di Banyumas

Agregasi Antara, · Jum'at 14 Oktober 2016 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 14 65 1514971 kampus-ini-dorong-pertanian-organik-di-banyumas-0kKoI3Ws9g.jpg Foto: Istimewa

PURWOKERTO - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong berbagai kelompok tani yang ada di wilayah Banyumas untuk mengembangkan pertanian organik.

"Pertanian organik pada saat ini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia, karena itu kami mendorong petani di Banyumas untuk melakukan revolusi hijau," kata Dekan Fakultas Pertanian Unsoed Anisur Rosyad di Purwokerto, Jumat (14/10/2016).

Dia menjelaskan, mengembangkan pertanian organik berarti menghindari penggunaan pupuk dan pestisida sintetis serta zat pengatur tumbuh tanaman.

"Pada pertanian organik, petani harus memiliki paradigma bahwa usaha tani tidak hanya mengejar keuntungan, tapi keberlangsungan dan keberlanjutan pertanian," katanya.

Pasalnya, dengan mengembangkan pertanian organik, maka lahan akan kembali subur karena terbebas dari penggunaaan pestisida dan lain sebagainya. "Lahan akan kembali subur, ekologi dan lingkungan akan menjadi lebih baik," katanya.

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia secara terus menerus, tambah dia, dapat merusak fisik tanah.

"Merusak fisik tanah, merusak nutrisi yang ada di tanah, bahkan penggunaan pestisida secara berlebihan bisa mengakibatkan hama menjadi resisten terhadapnya," katanya.

Secara ekonomi, tambah dia, mengembangkan pertanian organik pada awalnya bisa saja mengakibatkan petani kehilangan keuntungan yang biasa didapatkan.

"Namun selanjutnya, pertanian organik akan dapat menguntungkan bagi petani. Selain lahan yang semakin subur, juga harga produk pertanian organik yang mampu bersaing di pasaran," katanya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini