Presiden Yaman Setujui Gencatan Senjata Tiga Hari

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 Oktober 2016 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 18 18 1517488 presiden-yaman-setujui-gencatan-senjata-tiga-hari-eOol0W84Y9.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SANAA – Presiden Yaman Abd Rabbo Mansour Hadi telah menyetujui gencatan senjata selama 72 jam untuk menghentikan sementara pertempuran di negaranya. Pengumuman itu disampaikan sehari setelah dia menerima permintaan penghentian kekerasan dari sekutu-sekutu pemerintah.

Jangka waktu tersebut, jika disepakati dan dipatuhi kelompok pemberontak Houthi, mungkin dapat diperpanjang. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Yaman, Abdulmalik al-Mikhlafi melalui Twitter.

“Presiden menyetujui 72 jam gencatan senjata untuk diperpanjang jika pihak lain mematuhinya,” demikian tweet Abdulmalik al-Mikhlafi sebagaimana dilansir Al Araby, Selasa (18/10/2016).

Beberapa jam sebelumnya, Arab Saudi, pimpinan Koalisi Teluk yang mendukung Pemerintah Yaman menyatakan siap untuk menyetujui gencatan senjata jika pemberontak Houthi juga sepakat.

Desakan untuk segera mengadakan gencatan senjata di Yaman datang dari Inggris dan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri AS John Kerry meminta kedua pihak yang bertikai untuk menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan untuk membahas solusi damai.

Sejak pecah pada Maret 2015, perang saudara di Yaman antara pasukan Presiden Hadi yang didukung Koalisi Teluk pimpinan Arab Saudi dengan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran telah menewaskan setidaknya 10 ribu jiwa. PBB juga mencatat lebih dari tiga juta warga Yaman terpaksa mengungsi akibat konflik berdarah ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini