Keluar Bank, Uang Rp300 Juta Mutiah Dijambret Pemotor

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Kamis 20 Oktober 2016 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 20 525 1519576 keluar-bank-uang-rp300-juta-mutiah-dijambret-pemotor-pQcaSKlrae.jpg Ilustrasi

INDRAMAYU – Mutiah (33) warga Kabupaten Indramayu harus kehilangan uangnya sebesar Rp300 juta akibat dijambret ketika melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Raya DI Panjaitan Kota Indramayu, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebelum kejadian, Mutiah sempat pergi ke salah satu bank.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki, mengatakan aksi penjabretan itu terjadi pada Rabu 19 Oktober 2016. Saat itu Mutiah keluar dari Bank BCA dengan menaiki sepeda motor Honda beat dengan membonceng keponakannya. Setelah itu, korban langsung bergegas pulang ke rumahnya membawa uang tunai Rp300 juta.

Ia melanjutkan, ketika korban akan belok di sebuah perempatan, tiba-tiba dari arah samping datang sepeda motor yang dinaiki dua pria yang langsung menarik tas yang dibawa Mutiah.

"Sempat terjadi tarik-menarik antara korban dan pelaku. Namun, tas itu terbawa oleh pelaku yang diduga sengaja menguntitnya saat keluar dari bank. Bahkan, korban pun sempat juga berteriak karena terkejut," paparnya, Kamis (20/10/2016).

Usai aksinya berhasil, lanjut Eko, pelaku langsung kabur membawa hasil jarahannya itu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Mengetahui ini, korban lalu mengejarnya. Namun, korban usaha korban mengejar gagal.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait dugaan tindak pencurian dan kekerasan itu. Kami juga akan meminta keterangan dari korban termasuk beberapa saksi yang melihatnya," ucapnya.

Ia mengungkapkan, menurut keterangan sementara dari korban, barang yang diambil itu berupa satu buah tas warna biru berisikan uang tunai sebesar Rp300 juta. Kemudian dua buah dompet warna hitam, KTP, NPWP, SIM A, SIM C, buku tabungan BCA, Mandiri, BRI, satu unit handphone Samsung warna hitam, satu unit HP Iphone enam warna putih, nota, dan beberapa surat.

"Kami mengimbau kepada warga dan masyarakat untuk tetap waspada. Apabila mau mengambil uang dengan jumlah cukup banyak silakan untuk menghubungi kami. Petugas kami siap untuk melakukan pengawalan. Untuk itu, jangan sungkan atau ragu-ragu, " ujarnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini