Image

Polisikan Mahasiswi yang Curhat di Medsos, Dosen Unimal: Ini Ranah Pribadi

Rayful Mudassir, Jurnalis · Jum'at 21 Oktober 2016, 20:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 10 21 340 1521435 polisikan-mahasiswi-yang-curhat-di-medsos-dosen-unimal-ini-ranah-pribadi-tWyzTL8o2J.jpg Ilustrasi Okezone

BANDA ACEH – Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Dwi Fitri, melaporkan mahasiswinya Nanda Feriani karena membuat surat terbuka di media sosial. Ia tersinggung dengan ‘curhat’ Nanda dan menuduhnya melakukan pencemaran nama baik.

Surat terbuka Nanda yang diunggah ke akun Facebook menuai banyak komentar dan menjadi viral. Dwi Fitri tak terima dan melaporkan anak didiknya itu ke polisi pada 6 Oktober 2016.

“Bagaimana saya tidak berang, dia membuat surat terbuka itu ditujukan kepada ibu lulusan Jerman. Dan di Unimal hanya dua dosen yang lulusan Jerman. Selain saya, ada dosen laki-laki satu lagi,” kata Dwi Fitri saat dihubungi Okezone, Jumat (21/10/2016).

Sebelumnya pada 27 September lalu, Nanda menuliskan surat terbuka yang diposting di Facebook berjudul ‘Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman’. Surat itu dibuat lantaran kecewa karena dirinya gagal mengikuti yudisium di kampusnya. Dalam suratnya, ia menuding dosen alumnus Jerman ada di balik kegagalannya yudisium.

Meski tidak menyebutkan siapa nama ‘Ibu lulusan Jerman’, Dwi Fitri mengklaim kalau tulisan tersebut jelas ditujukan untuk dirinya. Bahkan kata Dwi, proses hukum yang dijalani Nanda saat ini tidak ada sangkut pautnya dengan Unimal.

“Saya heran kenapa Nanda mengulang lagi kata-kata yudisium itu. Padahal tidak ada sangkut pautnya dengan kampus. Ini ranah pribadi. Dia kan sudah yudisium di tanggal 28 September, nah saya lapor pada tanggal 6 Oktober. Ini kan sudah ranah pribadi,” paparnya.

Dwi Fitri mengaku, sakit hati dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Nanda dalam surat terbuka yang kini sudah dihapus. Sejumlah kalimat yang membuat Dwi berang seperti mempertanyakan kualitas moral dirinya, dan kata-kata primitif yang membuat dosen tersebut kecewa berat.

(Baca juga: Tulis Surat Terbuka untuk Dosen di Medsos, Mahasiswi Ini Dilaporkan ke Polisi)

Nanda sendiri sempat dimediasi dengan Dwi dengan difasilitasi pihak fakultasnya, namun tak ada hasil. Bahkan dari keterangan Nanda sendiri, dirinya pernah membuat sepucuk surat yang dibumbui dengan setangkai bunga mawar. Namun usahanya tidak membuahkan hasil.

Dwi menuntut Nanda meminta maaf selama berapa hari di media massa. Namun, permintaan itu urung dilakukan lantaran Nanda mengaku tidak memiliki biaya pemasangan iklan.

Saat ini Polres Lhokseumawe masih melakukan pemeriksaan terhadap laporan tersebut. Nanda menyebut jika pada pemeriksaan pertama dia ditetapkan sebagai saksi, bukan tidak mungkin pemanggilan selanjutnya, ia akan menjadi tersangka.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini