11 Provinsi Miliki Angka Buta Aksara di Atas Rata-Rata

Iradhatie Wurinanda, · Jum'at 21 Oktober 2016 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 21 65 1520863 11-provinsi-miliki-angka-buta-aksara-di-atas-rata-rata-LjIZs6PVJO.jpg Foto: Dok. Okezone

JAKARTA - Memasuki era globalisasi, pemerintah terus berupaya meningkatkan keaksaraan kaum muda dan pendidikan dewasa melalui berbagai kegiatan inovatif. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengklaim, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir capaian pendidikan keaksaraan menunjukkan hasil yang signifikan.

Meski begitu, hingga saat ini tercatat 11 provinsi masih memiliki persentase tunaaksara di atas rata-rata nasional, yakni 3,43 persen. Sedangkan 25 kabupaten memiliki penduduk tunaaksara di atas 50 ribu orang.

"Ini perlu mendapatkan perhatian khusus melalui program pendidikan keaksaraan, seperti pelaksanaan program Afirmasi Pendidikan Keaksaraan untuk Papua (APIK PAPUA)," tutur Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud, Harris Iskandar, dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (21/10/2016).

Harris menjelaskan, pada 2005, persentase penduduk tunaaksara di Indonesia mencapai 9,55 persen atau sekira 14,9 juta orang. Kemudian, pada 2015 turun menjadi 3,43 persen atau sekira 5,6 juta orang. Mengatasi hal tersebut, pihaknya juga meluncurkan program Gerakan Indonesia Membaca (GIM), dan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M).

"Program itu juga mengembangkan keberdayaan seseorang secara ekonomi, sosial budaya, sains, teknologi, informasi, dan komunikasi, serta keuangan. Sehingga menghindari kemungkinan warga yang sudah melek aksara menjadi tunaaksara kembali," paparnya.

Sedangkan Asisten 2 Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Elim Somba mengatakan, Palu yang menjadi tuan rumah perayaan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-50 tak lepas dari masalah tunaaksara. Namun, jumlah tersebut saat ini mulai konsisten diturunkan.

"Pada 2015 capaian penuntasan tunaaksara mencapai 96,85 persen. Angka tunaaksara di Provinsi Sulawesi Tengah yang masih tersisa sebanyak 3,11 persen," imbuhnya. (ira)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini