Kapal Perang AS Tantang Kebebasan Navigasi di LCS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 22 Oktober 2016 00:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 22 18 1521560 kapal-perang-as-tantang-kebebasan-navigasi-di-lcs-FBQofEP54q.jpg Kapal USS Decatur berlayar di dekat pulau buatan China di LCS (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Kapal perang Amerika Serikat (AS) USS Decatur berlayar di dekat pulau-pulau artifisial buatan China –Woody dan Triton- di Laut China Selatan (LCS). Langkah tersebut dilakukan untuk menantang upaya Beijing membatasi kebebasan navigasi di wilayah sengketa tersebut.

Langkah Negeri Paman Sam itu dipastikan akan menyulut kemarahan Negeri Tirai Bambu serta meningkatkan tensi di LCS. USS Decatur berlayar di perairan yang diklaim oleh China dalam jarak yang hampir berdempetan dengan batas 12 mil laut dari Kepulauan Paracel.

“USS Decatur melakukan pelayaran yang legal serta tanpa pengawalan dan tanpa adanya insiden,” bunyi pernyataan resmi Pentagon, seperti dimuat Reuters, Sabtu (22/10/2016). Namun, satu pejabat AS menuturkan, USS Decatur dibayangi oleh tiga kapal China, tetapi masih dalam batas manuver yang aman.

Empat kali sudah AS berupaya menantang klaim kebebasan navigasi di LCS dalam satu tahun terakhir. Langkah serupa terakhir kali dilakukan pada Mei 2016. Washington berulang kali mengkritik pembangunan fasilitas militer oleh China di LCS. Fasilitas tersebut diduga adalah upaya Negeri Panda membatasi pergerakan, baik udara mau pun laut di LCS.

China diketahui membangun landasan pacu serta menempatkan rudal darat ke udara di Pulau Woody, Kepulauan Paracels. Gugus pulau tersebut juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan. Patroli terakhir itu dilakukan di tengah ‘perceraian’ AS dengan salah satu mitranya Filipina yang kini mulai mendekat ke China.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan aliansi baru dalam kunjungannya ke China. Merapatnya Negeri Lumbung Padi menjadi titik balik signifikan dalam sengketa wilayah LCS usai keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) pada 12 Juli 2016.

Filipina selama ini merupakan sekutu kunci AS di Asia Tenggara dan salah satu negara yang terlibat sengketa wilayah LCS dengan China. Namun, seorang sumber di AS menyatakan, pelayaran tersebut tidak disesuaikan dengan kunjungan Duterte ke China. Pelayaran telah direncanakan sejak jauh-jauh hari sebelum kunjungan tersebut.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini