Share

Kapolda Papua Barat Janji Tangkap Penikam Warga Manokwari

ant, · Kamis 27 Oktober 2016 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 27 340 1525717 kapolda-papua-barat-janji-tangkap-penikam-warga-manokwari-5ZWfPSqWsv.jpg Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Royke Lumowa (Foto: Antara)

MANOKWARI - Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Royke Lumowa berjanji segera menangkap pelaku penikaman terhadap warga Manokwari, Vijay Paus-paus yang berujung kerusuhan di wilayah itu.

"Kami sudah dapat identitas pelaku (penikaman warga), kami upayakan hari ini pelaku tertangkap," katanya usai gelar pasukan Operasi Mantap Praja Mansiman di halaman kantor Polda Papua Barat di Manokwari, Kamis (27/10/2016).

Kasus penikaman yang dialami warga kompleks Jalan Serayu, Sanggeng Manokwari itu memicu amarah masyarakat. Warga yang tidak terima dengan peristiwa tersebut meluapkan emosi dengan memblokade sejumlah jalan protokol di Jalan Yos Sudarso serta Jalan Trikora.

Warga membakar lima sepeda motor patroli serta merusak pos polisi yang masih dalam proses pembangunan di depan Pasar Sanggeng, Manokwari.

Royke menjelaskan, penikaman yang dialami Vijay bermula saat ia dan beberapa rekannya belum bisa membayar nasi bungkus yang dibelinya. Vijay ditikam setelah sebelumnya dikejar karena dinilai melakukan keributan di warung makan tersebut.

"Untuk korban penikaman, saat ini masih dirawat di rumah sakit. Dia ditikam di begian belakang dan tidak mengenai organ dalamnya, dan tadi malam saya sudah menemuinya di rumah sakit, dia pun masih bisa berkomunikasi," terangnya.

Kerusuhan di Manokwari, Rabu tadi malam hingga Kamis dini hari membuat beberapa orang menjadi korban, di antaranya luka tembakan yang dialami dua warga. Seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) di jajaran Kodim 1703/Manokwari Mayor TNI Suhargono pun menjadi korban penganiayaan dalam keributan tersebut.

"Ada enam orang korban, dua orang terkena tembak satu di antaranya meninggal atas nama Onisimus Rumayon, Namun saya yakin, mengatakan bahwa beliau meninggal bukan karena tembakan," katanya menjelaskan.

Ia mengutarakan sesuai keterangan dokter medis yang memeriksa korban bahwa benar ada luka tembak namun tidak terjadi perdarahan. Selain itu, tembakan tersebut tidak mengenai organ yang mematikan.

Royke mengaku sudah menyarankan agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian Onisimus Rumayom.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Saat ini kondisi keamanan di wilayah Sanggeng Manokwari belum kondusif. Beberapa ruas jalan, seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Percetakan Negara, dan Jalan Pahlawan belum normal, termasuk aktivitas di Pasar Sanggeng dan perbankan di sekitar lokasi tersebut.

Aparat kepolisian dibantu TNI masih berjaga-jaga, memantau situasi, serta mengantisipasi agar tidak terjadi bentrokan antarwarga. Jenazah Onisimus masih berada di Rumah Sakit Azhar Zahir Fasharkan TNI Angkatan Laut Manokwari.

Erikson, salah satu korban yang mengalami penembakan di bagian leher juga masih menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian Pengkajian Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy pada wawancara terpisah mengaku sedang melakukan investigasi menyeluruh atas kasus tersebut.

"Saya sudah utus staf untuk melihat korban di rumah sakit. Kami pun sudah menemui keluarga korban dan menurut keterangan keluarga korban, almarhum meninggal karena tertembak. Saat ini investigasi sedang berlangsung," kata dia sembari menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan insiden ini kepada Komnas HAM di Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini