Image

Lempar "Amplop" ke Jurnalis, Guru di Tangsel Didemo

Hambali, Jurnalis · Sabtu, 29 Oktober 2016 - 02:32 WIB
Wartawan berdemonstrasi di Tangsel. (Foto: Hambali/Okezone) Wartawan berdemonstrasi di Tangsel. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL - Puluhan wartawan menggelar demontrasi karena rekan mereka, dua orang jurnalis televisi mendapat intimidasi saat meliput tentang buku LKS berkonten anjuran penggunaan narkoba di SDN 02 Parigi Lama. Demo berlangsung di depan kantor Dinas Pendidikan Tangsel, Jalan Buana Kencana Loka, Sektor XII BSD.

Jurnalis yang diintimasi adalah Ahmad Baihaqi dan Milhan Wahyudi. Saat itu, seorang guru berinisial MS (49) menghampiri keduanya yang tengah mencari narasumber di sekolah tersebut.

Keduanya langsung diarahkan ke salah satu ruangan dan diancam untuk tidak melakukan peliputan. Guru tersbut juga melempar dua buah amplop ke arah dua jurnalis TV nasional itu.

"Kami mengecam berbagai tindakan yang melecehkan profesi jurnalis, peliputan yang kami lakukan semuanya dilindungi oleh undang-undang," kata salah satu juru bicara wartawan, Cecep, Jumat (28/10/2016).

Dalam tuntutannya, puluhan wartawan meminta agar Dindik Tangsel menindak oknum guru tersebut.

Tak berselang lama, pihak Dindik Tangsel pun menghadirkan oknum guru, MS yang kemudian menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya.

"Saya mengakui kesalahan yang telah saya perbuat, oleh karena itu saya memohon maaf kepada semua wartawan. Saya berjanji tak akan mengulangi hal demikian," ujar MS di hadapan pendemo.

Sementara, Kasie Formasi dan Ketenagaan Dindik Tangsel Rajali mengatakan, pihaknya akan memperingatkan MS untuk tak mengulang perbuatannya. Dia pun meminta agar awak media menerima permohonan maaf dari oknum guru tersebut.

"Kami akan jadikan kasus ini pembelajaran, sehingga tak terulang lagi. Mohon kiranya rekan-rekan wartawan menerima permohonan maaf dari yang bersangkutan," pintanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming