nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Praktik Korupsi Dalam Pemilihan Rektor Cederai Birokrasi di Kementerian

Afriani Susanti , Jurnalis · Sabtu 29 Oktober 2016 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 29 65 1527627 praktek-korupsi-dalam-pemilihan-rektor-ciderai-birokrasi-di-kementerian-gpdYq9QXjm.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pemilihan rektor di sebuah perguruan tinggi seharusnya dilakukan dengan transparan. Sehingga rektor yang dipilih bisa mengemban amanah untuk memimpin kampus tersebut.

Kasus korupsi yang terjadi dalam area pendidikan termasuk di perguruan tinggi justru telah mencederai kementerian yang membawahi bidang tersebut yakni Kemristekdikti.

"Praktik pungli sampai perdagangan jabatan yang ada mencerminkan birokrasi yang ada. Dan ini bentul-betul telah mencederai kementerian tersebut," ungkap Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan Bappenas, Dr Amich Alhumami, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Adanya voting 35 persen dari kementerian membuat orang-orang yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan hal tersebut.

"Kalau dari praktik korupsi jelas salah, maka orang-orang yang dekat dengan menteri itu menawarkan voting tersebut," imbuhnya.

Selain itu, tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi bisa berupa pembangunan infrastruktur. "Padahal pembangunan infrastruktur itu kan harus multiyear. Makanya banyak bangunan yang jadi terbengkalai dan mangkrak. Jadi dana publik yang dipungut dari pajak itu didistribusikan secara sewenang-wenang. Sehingga pihak perguruan tinggi sendiri tidak memiliki wewenang untuk mengambil alih," tambahnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini