Tim Gabungan Gagalkan Perburuan Harimau Sumatera

Agregasi Waspada Online, · Senin 31 Oktober 2016 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2016 10 31 340 1529010 tim-gabungan-gagalkan-perburuan-harimau-sumatera-zPWjgzLoMu.jpg ilustrasi (Foto: Ist)

BANDA ACEH - Tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, bersama Dinas Kehutanan dan LSM berhasil mencegah perburuan seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang terjerat di Hutan Samarkilang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Kepala BKSDA Aceh, Genman S Hasibuan, menyebutkan awalnya pihak BKSDA peroleh informasi dari Tim Patroli yang diinisiasi Forum Konservasi Leuser (FKL) bahwa ada seekor harimau yang sudah lemas dalam keadaan terjerat, Kamis 20 Oktober 2016. Lalu pihaknya menindaklanjuti dengan mengirimkan tim rescue yang terdiri dari ketiga lembaga tersebut.

“Kita turunkan tim yang terdiri dari dokter hewan, lembaga dan dari Pusat Studi Satwa Liar Unsyiah untuk memastikan harimau itu selamat dari pemburu. Sambil menunggu kedatangan tim rescue, tim patroli terus mengawasi lokasi di sekitar harimau yang terjerat. Diperlukan perjalanan selama dua hari dari perkampungan terdekat untuk mencapai lokasi itu,” ujar Genman seperti dikutip dari Waspada Online, Senin (31/10/2016).

Beruntung, sebelum tim rescue tiba di lokasi, pihaknya kembali mendapat kabar dari tim patroli bahwa harimau yang terjerat berhasil melepaskan diri. Ia memastikan, satwa tersebut tidak berhasil dipanen oleh pelaku perburuan. Di lokasi turut ditemukan sisa-sisa bulu yang menempel.

“Harimau itu sengaja dijerat oleh pemburu yang memasang perangkap harimau di kawasan hutan lindung di Samarkilang. Dengan kondisi hutan sekunder dataran rendah yang cukup baik, di lokasi ini masih ditemukan populasi harimau dan mangsanya. Tetapi ancaman yang tinggi dari kegiatan perburuan menyebabkan populasi tersebut turun drastis dalam beberapa waktu ini,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, patroli pengamanan dan perlindungan satwa liar yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan Aceh, BKSDA Aceh bersama FKL di wilayah itu sudah mulai menunjukkan hasil walaupun belum sepenuhnya menekan perburuan. Pada bulan Oktober 2016 ini saja, kata dia, tim berhasil merusak sembilan perangkap harimau.

Kepala KPH-3 Langsa–Dinas Kehutanan Aceh, Anas Mahmudi, mengatakan bahwa kawasan hutan di Samarkilang merupakan lokasi terpenting untuk melindungi ketersedian air di sebagian Aceh Utara dan Aceh Timur, selain karena faktor keragaman hayati yang tinggi.

“Bila hutan di wilayah ini rusak maka Aceh akan kehilangan hutan yang mengatur air bagi sistem pertanian terbaik di Aceh di kedua kabupaten tersebut. Di kawasan ini masih ditemukan populasi gajah, harimau dan orangutan yang perlu diselamatkan,” terangnya.

Sementara Direktur FKL, Dedyansyah, menyebutkan hutan Samarkilang telah menjadi target operasi timnya sejak dua tahun belakangan ini. Saat ini sudah terbentuk satu tim untuk melindungi wilayah tersebut. Tim yang dibentuk ini terdiri dari empat orang warga dan seorang staf Polhut/Pamhut.

“Kami berencana menambah tim di wilayah ini agar memperkuat pengamanan wilayah tersebut selain melakukan edukasi ke sekolah-sekolah. Kami berharap, semua pihak dapat saling bersinergi untuk mencegah perburuan satwa liar dan kerusakan hutan di KEL serta meningkatan kesejahteraan masyarakat dari sumber selain eksploitasi hutan,” jelas Dedy.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini