nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paus Fransiskus I Gelar Misa untuk 1.000 Narapidana

Silviana Dharma, Jurnalis · Senin 07 November 2016 05:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 07 18 1534540 paus-fransiskus-i-gelar-misa-untuk-1-000-narapidana-Et3gWeNAwM.jpg Paus Fransiskus adakan misa bagi 1.000 narapidana di Vatikan. (Foto: Reuters)

VATIKAN – Paus Fransiskus I membuat gebrakan baru. Gereja Katolik Roma yang agung nan suci di Vatikan dibuka bagi ribuan tahanan. Kehadiran mereka tak lain sebagai tamu undangan, sekaligus jemaat misa yang digelar Sri Paus di gereja terbesar di dunia tersebut.

Sisi menarik lain dari misa pelayanan yang dihelat kali ini, 1.000 narapidana yang diundang berasal dari 12 negara berbeda. Selain para tahanan, misa yang digelar pada Minggu 6 November 2016 itu turut dihadiri oleh 3.000 massa lainnya.

“Biar saya ceritakan pada Anda, setiap kali saya mengunjungi penjara. Saya selalu bertanya kepada diri saya, ‘mengapa mereka dan bukan saya (yang dipenjara)?’ Setiap orang memiliki kemungkinan untuk melakukan kesalahan, semua orang. Setiap kita pasti pernah membuat kesalahan,” ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Senin (7/11/2016).

Paus berdarah Argentina itu melanjutkan, “Tetapi adalah sebuah kemunafikan jika kita berpikir bahwa mereka tidak mungkin berubah dalam hidupnya. Kita perlu mengakui bahwa hanya ada sedikit kepercayaan bahwa para tahanan ini bisa berubah dengan rehabilitasi. Kemudian menempatkan mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat.”

Sri Paus memang terkenal gemar mengunjungi penjara. Kunjungannya dijadwalkan secara berkala. Namun baru kali ini, tahanan sebanyak itu balas mengunjungi dia di Vatikan dan menghadiri suatu misa.

Dalam kesempatan ini, Paus Fransiskus I mendesak para pemimpin politik untuk menghormati harkat, derajat dan martabat para narapidana. Menurutnya, alangkah baik pula jika para kepala negara dan pemerintahan tersebut mau memberikan mereka pengampunan dan menghapuskan kebijakan hukuman mati.

Foto: Misa Katolik di Vatikan bersama 1.000 narapidana. (Reuters)

Meskipun seorang pelaku kejahatan, Sri Paus berharap pemerintah tetap memenuhi hak asasi mereka sebagai manusia. Memperhatikan kondisi mereka di penjara dan bukan mustahil member mereka kesempatan kedua, yakni dengan membantunya kembali ke masyarakat.

“Harapan adalah anugerah dari Tuhan. Tentu saja, jika kita melanggar aturan, ada harga yang harus kita bayar. Menghilangkan kebebasan seseorang adalah bagian terburuk dari pelayanan, dan hal itu memengaruhi kami sangat dalam. Semua sama, harapan tidak seharusnya diputus daripada mereka,” tegasnya.

Sebagai bukti harapan dan kepercayaan bahwa para tahanan itu bisa bertobat, selama menjalankan misa, Paus Fransiskus membiarkan Vatikan tanpa penjagaan ketat. Para narapidana yang kebanyakan dari penjara di Italia dan beberapa tahanan asing menyimak khotbah tersebut, bersama dengan anggota keluarga mereka, pendeta penjara dan sejumlah sukarelawan.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini