nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilpres AS Dalam Pandangan Negara-Negara Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 08 November 2016 10:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 08 18 1535687 pilpres-as-dalam-pandangan-negara-negara-dunia-Oy88CAJdkU.jpg Foto: Reuters

DALAM beberapa jam lagi, pada 8 November waktu AS, warga Negeri Paman Sam akan memilih calon presiden (capres) yang akan memimpin mereka selama empat tahun ke depan. Suara yang mereka berikan akan menentukan apakah calon presiden AS (Capres AS) dari Partai Demokrat Hillary Clinton atau Capres AS dari Partai Republik Donald Trump yang akan duduk di Ruang Oval Gedung Putih.

Menjelang hari bersejarah itu, beberapa negara telah memberikan pandangan mereka mengenai kedua capres dan pilpres yang akan berlangsung, sebagaimana yang dilansir dari Russia Today, Selasa (8/11/2016).

Jerman

Media Jerman menempatkan Hillary Clinton sebagai favorit kuat pemenang pilpres AS 2016. Jajak pendapat yang dilakukan N24 mengungkap 77 persen warga Jerman lebih menyukai Hillary dibandingkan Trump untuk duduk di Ruang Oval.

Rheinische Post mendukung pernyataan yang menyebutkan hanya Hillary yang dapat “memimpin dan menahkodai AS melalui masa krisis”. Sedangkan Tagesspiegel menganggap mantan menteri luar negeri itu kurang memiliki kemampuan untuk “mengerti perasaan warga AS”.

Meski tidak secara resmi mendukung salah satu kandidat, Kanselir Jerman Angela Merkel diperkirakan akan lebih senang melihat Hillary menjadi Presiden AS berikutnya. Hillary sebelumnya pernah melontarkan pujian kepada Merkel yang disebutnya sebagai “pemimpin yang kuat dan luar biasa,” berbeda dengan Trump yang menuduh kepemimpinan Merkel telah menghancurkan Jerman.

China

Seperti juga Jerman, Pemerintah China tidak secara resmi menyuarakan dukungannya kepada salah satu kandidat presiden AS. Bahkan beberapa media di Negeri Tirai Bambu mengecam proses pilpres yang dianggap ‘gemerlap tapi tidak ada isinya’.

Berdasarkan wawancara yang diadakan GB Times, pendapat publik di China terhadap kedua capres terbagi dua. Sebagian berpendapat, memilih Trump adalah keputusan yang lebih bijak karena menilai Hillary ‘terlalu sombong’, sedangkan sebagian lain lebih senang jika kandidat Partai Demokrat yang menang karena lebih peduli pada anak-anak dan perempuan.

Jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset PEW menunjukkan hanya 37 persen warga China yang memiliki pandangan positif mengenai Hillary. Di lain pihak, hanya 22 persen responden yang memiliki pandangan positif terhadap Trump.

Korea Utara

Sulit untuk menakar reaksi Korut mengenai pilpres AS. Namun, media outlet pemerintah DPRK Today tampaknya memperlihatkan kecenderungan kandidat yang mungkin didukung Pyongyang.

Kolumnis sekaligus peneliti Han Yong Muk dalam tulisannya di DPRK Today menyebut Trump sebagai kandidat impian bagi Korut. Menurut Han, meski memiliki gaya bicara yang sembarangan dan digambarkan sebagai kandidat yang tidak tahu apa-apa, Trump sebenarnya adalah seorang capres yang bijaksana dan terus terang.

Israel

Israel adalah sekutu terbesar AS di Timur Tengah meski hubungan kedua negara belakangan ini naik turun. Namun, seperti sebagian besar pemimpin negara dunia, Perdana Menteri (PM) Benyamin Netanyahu tidak memberikan pernyataan yang mendukung salah satu kandidat.

Trump maupun Hillary telah secara jelas menyatakan mereka akan tetap bersikap baik kepada Israel jika terpilih sebagai Presiden AS. Hal ini wajar karena baik Partai Republik maupun Partai Demokrat sama-sama menerima kucuran dana dari pendonor Yahudi yang mendukung Israel.

Hasil jajak pendapat yang diadakan Institut Demokrasi Israel di Tel Aviv University memperlihatkan 54 responden meramalkan Hillary akan memenangkan pilpres AS. Kedua capres memperoleh 30 persen suara ketika para responden ditanya siapa yang mereka lebih sukai sebagai presiden AS.

Iran

Reaksi dari Iran terkait pilpres AS cukup keras. Pejabat dari Negara Para Mullah itu tidak menahan diri untuk mengecam seluruh proses kampanye dan pilpres.

“Anda lihat debat presiden, bagaimana mereka bicara... saling menuduh dan menghina,” kata Presiden Hassan Rouhani dalam pidatonya di Arak. Rouhani bahkan menyuarakan ketidaksukaannya dalam kunjungan resminya ke Washington September lalu. Dia mengatakan, kedua kandidat sama buruknya.

Senada dengan Rouhani yang lebih moderat, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei mengatakan pilpres AS kali ini menunjukkan kekacauan yang nyata yang terjadi di AS.

Rusia

Sebagai pihak yang seringkali dikaitkan dalam berbagai isu seputar pilpres di AS, Kremlin menolak semua tuduhan mengenai campur tangannya dalam pemilihan. Presiden Vladimir Putin, dan Perdana Menteri (PM) Dmitry Medvedev mengatakan, tidak ada pihak yang bisa mempengaruhi hasil dari pilpres.

Jajak pendapat memperlihatkan minat publik Rusia terhadap calon pemimpin Negeri Paman Sam mendatang dengan 91 persen warga Rusia tertarik dengan pilpres. Jajak pendapat juga menunjukkan 38 persen warga Rusia lebih memilih Trump sebagai Presiden AS dibandingkan Hillary yang hanya mendapat dukungan 9 persen responden.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini