Habib Imbau Jangan Kaitkan Bom Samarinda dengan Islam

Sigit Dzakwan, Sindo TV · Senin 14 November 2016 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 340 1541381 habib-imbau-jangan-kaitkan-bom-samarinda-dengan-islam-MtZysEcb5O.jpg Lokasi Bom Samarinda (Foto: Ant)
 

KOTAWARINGIN TIMUR - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib H Said Ismail mengutuk keras pengeboman di depan Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu 13 November 2016.

"Saya ucapkan rasa berduka cita dan belasungkawa sedalam-dalamnya. Saya mengecam dan mengutuk keras pelaku pengeboman itu," kata Habib Ismail usai membuka sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan di Sampit, Senin (14/11/2016).

Ia ikut memantau insiden dan mengaku prihatin terjaginya pengeboman yang mengakibatkan anak-anak menjadi korban. Menurutnya, aksi pengeboman itu ulah oknum yang mungkin ada titipan dari pihak yang ingin memecah belah NKRI.

Terkait dengan pelaku pengeboman yang mengenakan baju bertuliskan "jihad" beserta tulisan lain menggunakan huruf Arab. Dirinya meminta semua pihak tidak menyimpulkan atau mengaitkan aksi tersebut dengan agama tertentu.

Apalagi sampai mendiskreditkan agama Islam atau agama lainnya. Islam tidak mengajarkan kekerasan kepada umatnya. Jika ada umat Islam melakukan kemungkaran, maka itu merupakan tindakan pribadi.

"Islam agama yang santun. Saya sangat tersinggung kalau Islam yang disalahkan. Kalau ada yang menyatakan ajaran Islam mengajarkan kekerasan, saya tidak terima," katanya.

Habib meminta masyarakat Kalimantan Tengah tidak terpancing kejadian itu. Masyarakat diimbau bersama-sama menjaga kerukunan hidup tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan. Masyarakat Kalimantan Tengah harus mempertahankan falsafah "huma betang" yang menjadi semangat untuk bisa hidup rukun dengan siapa pun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini