Polisi Selidiki Dua Orang Terduga Pelempar Bom Molotov ke Vihara

Ade Putra, Okezone · Senin 14 November 2016 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 340 1541383 polisi-selidiki-dua-orang-terduga-pelempar-bom-molotov-ke-vihara-oYmuHDVNdU.jpg Ilustrasi

PONTIANAK - Kasus pelemparan botol kecil yang diduga bom molotov di Vihara Budi Dharma, Jalan Gusti M Situt, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Senin (14/11/2016) dini hari, masih didalami kepolisian.

"Masih didalami Polres Singkawang," kata Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi SW.

Dijelaskannya, hasil pemeriksaan awal diketahui ada dua warga tak dikenal berkendara sepeda motor yang melempar botol kecil ke arah vihara yang terletak persis di seberang Bank Centra Asia (BCA) Singkawang. Di samping vihara, terdapat gang kecil yang diduga dilewati orang tersebut untuk melempar botol.

"Anggota Polres Singkawang sudah melakukan olah TKP. Di lokasi, ditemukan pecahan kaca yang diduga dari botol yang terdapat kain warna merah dan ada bau minyak tanah, yang kesemuanya itu diduga sebagai bahan bom molotov," ujar Suhadi.

Untuk mengungkap kasus ini, lanjut Suhadi, anggota kepolisian masih terus mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti sisa pelemparan dan keterangan sejumlah saksi yang nantinya akan mengarah kepada pelaku sebenarnya.

Berdasarkan keterangan penjaga vihara dengan nama lain Kwan Im Kiung tersebut, lanjut Suhadi, ada yang mendengar suara pecahan kaca. Kemudian, mendengar suara sepeda motor yang melaju kencang.

"Penjaga vihara yang bernama Agung Maalim dan Bong Lie Fen, saat kejadian mereka tengah istirahat di dalam vihara. Mereka kemudian terbangun setelah mendengar adanya suara pecahan kaca," katanya.

Lantas, mereka mengecek di sekitar vihara. Ditemukan ada pecahan botol di tiga titik dan terdapat percikan api di bagiannya.

Tak menunggu lama, mereka langsung memadamkan percikan api tersebut, agar tak membesar dan merembet ke bagian bangunan lainnya. Beruntung, tak ada korban jiwa dan tak membakar bangunan akibat botol diduga bom molotov tersebut.

"Bong Lie Fen mengaku, ia melihat dua orang dengan menggunakan sepeda motor, dan melempar botol yang diduga bom molotov itu dari gang di sebelah vihara," kata Suhadi.

Sedianya, kejadian ini baru heboh pada pagi menjelang siang hari, ketika vihara akan dibuka kembali oleh penjaga dan pembina vihara lainnya untuk warga Tionghoa yang mau beribadah.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini