Jangan Biarkan Indonesia Dirusak Pelaku Teror Mengatasnamakan Agama

Zen Arivin, Okezone · Senin 14 November 2016 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 14 519 1541252 jangan-biarkan-indonesia-dirusak-pelaku-teror-mengatasnamakan-agama-d7I7TTBPJQ.jpg Ilustrasi (Okezone)

JOMBANG - Jaringan Islam Anti-Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Jalan Cipto Mangunkusumo, Keluranan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, yang menewaskan seorang balita, pada Minggu 13 November 2016.

JIAD meminta agar seluruh komponen lintas iman untuk tidak takut dan terus memperkuat solidaritas guna melawan praktik kekerasan dan intoleransi yang mengatasnamakam agama.

"Kami mengutuk aksi tersebut. Penyerangan terhadap rumah ibadah adalah praktik paling memalukan dalam sejarah peradaban manusia. Hanya orang tidak waras saja yang berbuat demikian," ujar Koordinator JIAD Jawa Timur, Aan Anshori, Senin (14/11/2016).

Pihaknya mendesak agar polisi menindak tegas para penebar teror tersebut. Aparat hukum diminta meningkatkan perlindungan terhadap kelompok minoritas di negeri ini.

"Aparat kepolisian harus segera mengambil tindakan tegas dan menghukum berat para pelakunya. Negara ini tidak boleh dirusak setan-setan yang menggunakan agama untuk memaksakan kehendak," tambahnya.

Menurutnya, penyerangan rumah ibadah yang dilakukan segelintir orang ditenggarai untuk memecah belah kerukunan hidup umat beragama di Indonesia. Pascareformasi, JIAD mencatat ada 5.000 rumah ibadah jadi sasaran kekerasan.

"Maka itu, kami mendorong pemerintahan Jokowi agar lebih serius melawan praktik intoleransi dan radikalisme agama," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini