nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aparat Didesak Tindak Tegas Tempat Hiburan di Pamekasan

ant, Jurnalis · Rabu 16 November 2016 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 16 519 1542975 aparat-didesak-tindak-tegas-tempat-hiburan-di-pamekasan-56ZE01ewSV.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

PAMEKASAN - Tokoh agama dari sejumlah ormas Islam di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu, mendatangi mapolres setempat, meminta polisi melakukan razia sejumlah tempat hiburan di kota itu yang dinilai melanggar syariat Islam.

Para tokoh agama yang mengatasnamakan diri Gerakan Umat Islam Pamekasan (GIUP) ini datang dan menggelar audiensi dengan pimpinan polres di aula pertemuan Polres Pamekasan.

"Kedatangan kami hanya ingin meminta aparat bergerak, menertibkan tempat hiburan di Pamekasan ini yang dalam praktiknya sangat menyimpang dari ketentuan syariat Islam. Padahal Pamekasan merupakan kabupaten yang telah menetapkan syariat Islam," kata juru bicara GIUP dari Laskar Pembela Islam (LPI) Pamekasan, Abdul Aziz, Rabu (16/11/2016).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Inayah Palengaan, Pamekasan ini menjelaskan, pihaknya mengetahui adanya praktik di sejumlah tempat hiburan yang keterlaluan setelah mendatangkan tim secara diam-diam ke sejumlah tempat hiburan itu.

Pada pertemuan itu, perwakilan ormas Islam ini juga menunjukkan kepingan VCD yang video rekaman hasil investigasi tim di sejumlah tempat hiburan di Pamekasan.

"Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, kami khawatir akan merusak moral umat Islam di Pamekasan ini, apalagi Pamekasan telah menetapkan sebagai kabupaten yang menerapkan syariat Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islam (Gerbang Salam)," katanya.

Selain melanggar syariat Islam, praktik tidak terpuji yang ditemukan tim GIUP itu juga melanggar ketentuan. Sebab umumnya, tempat hiburan yang ada di Pamekasan mengajukan izin sebagai tempat hiburan untuk karaoke keluarga.

Namun, praktik yang terjadi di lapangan, bukan sebagai tempat hiburan karaoke keluarga, melainkan sebagai tempat hiburan umum dengan mendatangkan pemandu lagu yang bukan muhrimnya.

Sementara itu, Wakapolres Pamekasan Kompol Harnoto saat menemui perwakilan tokoh agama itu mengatakan, akan menindaklanjuti keluhan masyarakat itu dengan cara berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Kami tentu akan berkoordinasi dulu dengan instansi terkait. Sebab, ketentuan tentang hiburan yang ada di Pamekasan ini kan diatur oleh Perda, dan penegak Perda itu adalah Satpol-PP Pemkab Pamekasan," katanya.

Harnoto dalam kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terima, karena para tokoh agama ikut berperan aktif membantu petugas dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif di Pamekasan.

Sementara, berdasarkan hasil operasi yang digelar Satpol-PP Pemkab Pamekasan bersama tim gabungan dari Polres dan Kodim 0826 Pamekasan selama ini, memang ditemukan adanya prakti menyimpang di sebagian tempat hiburan di Pamekasan. Antara lain, tempat hiburan berupa karaoke keluarga yang ada di Pamekasan itu dijadikan ajang tempat minum-minuman keras

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini