Bertemu Trump, PM Jepang Tekankan Pentingnya Aliansi

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Kamis 17 November 2016 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 17 18 1543936 bertemu-trump-pm-jepang-tekankan-pentingnya-aliansi-WZEsL0CCe2.jpg PM Jepang Shinzo Abe. (Foto: Reuters)

TOKYO - Pekan ini Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. Dalam pertemuan tersebut, Abe akan menekankan pentingnya aliansi antara kedua negara.

Pertemuan Trump dengan Abe sendiri merupakan rapat resmi perdana dengan pemimpin negara asing yang dilakukan wakil Partai Republik tersebut setelah memenangi Pilpres AS 2016. Trump mengalahkan Hillary Clinton sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat.

Kantor berita Kyodo, seperti dikutip Reuters, Kamis (17/11/2016) melaporkan, Abe menyebut, hubungan AS-Jepang adalah inti diplomasi dan keamanan Jepang. "Hanya ketika ada kepercayaan, maka aliansi bisa hidup," tutur Abe.

Bagaimanapun, detail tentang pertemuan tersebut masih belum jelas. Tim Transisi Trump tidak merespons permintaan media untuk berkomentar. Pada Rabu 16 November, Otoritas Jepang menyatakan, mereka belum memastikan kapan dan di mana pertemuan di New York akan berlangsung, siapa saja yang akan diundang dan siapa yang berhak memberikan pernyataan.

Sementara itu, salah seorang penasihat Trump - yang berbicara dalam status anomim karena tidak memiliki kewenangan bicara kepada media - awal pekan ini mengungkap, Trump akan mencoba meyakinkan Abe dan sekutu Asia lainnya yang sempat bingung dengan retorika semasa kampanye. Trump sempat menimbulkan kekhawatiran di Tokyo dan negara lain dengan komentarnya akan kemungkinan perlunya Jepang memiliki senjata nuklir; serta permintaan kepada sekutu untuk membayar lebih banyak untuk membiayai keberadaan tentara AS di negara mereka atau menghadapi kemungkinan penarikan para prajurit tersebut.

"PM Abe jelas akan berbicara tentang pentingnya aliansi AS-Jepang untuk kedua negara serta untuk seluruh kawasan Indo-Pasifik, termasuk juga politik dunia," ujar penasihat Abe, Katsuyuki Kawai kepada Reuters.

Kawai mengimbuhkan, ia telah berbicara dengan beberapa penasihat Trump dan para pembuat kebijakan sejak tiba di Washington, Senin lalu. Ia menyebut, dukungan finansial Jepang kepada para tentara AS mungkin akan dibicarakan namun tak akan menjadi fokus utama.

Abe memiliki pendapat berseberangan dengan Trump dalam berbagai kebijakan kenegaraan, termasuk perdagangan bebas. Meski demikian, keduanya sepakat untuk mengembalikan kejayaan global negara masing-masing; bertekad menghadapi China yang sedang naik daun selagi meningkatkan hubungan dengan Rusia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini