Mahasiswa Meksiko Antusias Belajar Demokrasi ala Indonesia

Agregasi Antara, · Kamis 17 November 2016 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 17 65 1543753 mahasiswa-meksiko-antusias-belajar-demokrasi-ala-indonesia-WCaIzxZ45A.jpg Foto: Shutterstock

LONDON - Mahasiswa Universidad Nacional Autónoma de México belajar demokratisasi ala Indonesia yang diakui sangat maju di kawasan Asia dalam kuliah umum yang disampaikan Dubes RI untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan, Rabu 16 November 2016 waktu setempat.

Hal itu disampaikan Lukas Czarnecki dari Pusat Kajian Asia- Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM), demikian Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Febby Fahrani kepada Antara London, Kamis (17/11/2016).

Di hadapan 40 civitas akademika Pusat Kajian Asia UNAM, Dubes Yusra Khan menyampaikan tentang proses demokratisasi yang terjadi menempatkan Indonesia sebagai negara demokratis ketiga di dunia.

Dikatakannya sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, dalam UUD 1945 ditetapkan Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut paham demokrasi, yakni kedaulatan berada di tangan rakyat.

Yusra Khan menyampaikan perkembangan demokratisasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan. Berbagai kemajuan demokrasi Indonesia yang dicapai antara lain pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung, otonomi daerah, dan pendirian lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia menyampaikan peran Indonesia dalam mengedepankan demokrasi di dunia melalui pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) sejak tahun 2008. "Forum yang memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam hal menjalankan demokrasi memperkuat kapasitas demokrasi di masing-masing negara," ujarnya.

Kuliah umum Dubes Yusra Khan ditanggapi positif oleh civitas akademika yang hadir. Berbagai pertanyaan dilontarkan. Beberapa isu menarik yang ditanyakan mahasiswa UNAM antara lain upaya dalam memajukan demokratisasi di Indonesia, kerja sama dan hubungan Indonesia-Meksiko, serta potensi strategis Indonesia dalam kancah kerja sama internasional.

Salah seorang mahasiswa secara khusus bertanya tentang kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan poros maritim Indonesia, utamanya terkait dengan upaya pencegahan bajak laut di kawasan perairan Indonesia dan peran penting dalam konflik Laut China Selatan.

Kehadiran Dubes Yusra Khan memberikan kuliah umum merupakan upaya memperkenalkan Indonesia di kalangan akademisi mendapatkan apresiasi dari UNAM. Hal itu disampaikan Vania de Vega Shiota Gonzalez dari Pusat Kajian Asia-UNAM yang mendampingi Dubes RI selama kuliah umum.

Pusat Kajian Asia-UNAM yang baru berdiri tahun lalu, menawarkan akademisi UNAM akan kajian mendalam mengenai Asia, dengan mendatangkan pembicara termasuk kepala perwakilan dari negara di kawasan Asia di Mexico City.

Menurut Alma Cervantes, Koordinator Kajian Asia Tenggara di Pusat Kajian Asia-UNAM, "Kuliah umum dari perwakilan negara Asia diharapkan akan semakin memicu minat mahasiswa yang kebanyakan berasal dari jurusan hubungan internasional lebih mendalami mengenai Asia, termasuk Indonesia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini