nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhir Raksasa Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Yogyakarta

Markus Yuwono, Jurnalis · Senin 21 November 2016 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 11 21 340 1546573 menhir-raksasa-berusia-ribuan-tahun-ditemukan-di-yogyakarta-lgsLZ639vu.jpg Menhir berukuran raksasa yang ditemukan. Foto Markus Yuwono/Okezone

YOGYAKARTA - Menhir berukuran raksaan ditemukan di Dusun Sokoliman II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta. Diperkirakan menhir tersebut berusia lebih dari 2.000 tahun sebelum masehi (SM). Penemuan ini membuktikan Gunungkidul merupakan wilayah peradaban tertua di Yogyakarta.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta Wahyu Astuti menyampaikan, menhir yang ditemukan memiliki ketinggian sekira 4 meter. "Menhir yang ditemukan itu, usianya sekitar 2.000 tahun sebelum masehi,"kata Wahyu saat dihubungi Okezone Minggu kemarin.

Ia menambahkan bahwa menhir pada masa itu digunakan masyarakat untuk berdoa atau menyembah sesuatu yang dianggap memberikan kekuatan pada kehidupannya. Selain itu, menhir juga digunakkan untuk patok batas sebuah wilayah kekuasaan. "Pada masa sebelum ada agama, menhir digunakan untuk pemujaan ataupun patok dari daerah kekuasaan,"katanya.

Wahyu menjelaskan, wilayah Gunungkidul banyak ditemukan berbagai benda purbakala yang diperkirakan sudah ada jauh sebelum masa sejarah. Ia mencontohkan di Gua Braholo, di Desa Semugih, Rongkop, ditemukan kerangka manusia dan aneka barang-barang yang digunakan pada masa 4.000 tahun sebelum masehi. Hal ini jauh dibandingkan peradaban yang lain di wilayah Yogyakarta.

Seperti Candi Prambanan yang dibangun baru pada abad 9 masehi. "Jadi intinya (penemuan itu) mengindikasikan Gunungkidul merupakan pusat beradaban tertua di DIY," ulasnya.

Sementara Salah seorang tokoh masyarakat Desa Bejiharjo, Yanto mengatakan, wilayahnya banyak ditemukan benda purbakala. Iapun mengingat sekitar tahun 1975 saat akan dibangun lapangan sepak bola banyak ditemukan menhir. Namun karena takut, warga kembali mengubur benda tersebut.

"Iya dulu waktu saya masih remaja banyak ditemukan saat membangun lapangan, tetapi karena warga takut kualat warga tidak berani memindahkan," katanya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini