nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paus Fransiskus Menyerukan Agar Pelaku Aborsi Dimaafkan

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa 22 November 2016 18:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 22 18 1548339 paus-fransiskus-menyerukan-agar-pelaku-aborsi-dimaafkan-Y5kOru8oVc.jpg Paus Fransiskus I. (Foto: AP)

VATIKAN – Paus Fransiskus I menyerukan kepada seluruh pastur di dunia agar memaafkan para perempuan yang telah berdosa melakukan aborsi. Kebijakan baru ini memungkinkan para pastur mendengarkan pengakuan dosa tersebut dan memberikan doa pengampunan.

“Tidak ada dosa yang tidak bisa Allah ampuni dan hapuskan ketika hati sudah mencari pertobatan dan bertekad memperbaiki hubungannya dengan Allah,” kata Sri Paus dalam surat kerasulannya, seperti dikutip dari Metro, Selasa (22/11/2016).

Seruan itu sebenarnya sudah pernah sekali dikumandangkannya pada 2015. Saat itu, dia mengizinkan semua pastur dari segala peringkat untuk mengabulkan permohonan ampunan terhadap aborsi selama Holy Year yang dimulai dari 8 Desember 2015 sampai 20 November 2016. Izin tersebut sekarang sudah berlalu dan surat kerasulan yang dikeluarkan Vatikan kali ini memberi penegasan baru bahwa praktik pengampunan itu boleh dilanjutkan.

Meski begitu, Paus berdarah Argentina tersebut menegaskan aborsi tetap dosa besar karena mengakhiri secara paksa kehidupan yang tak bersalah. Sayangnya dia tidak menyebutkan secara spesifik tindakan aborsi apa saja yang boleh dimaafkan, maupun mengungkit soal andil pria dalam kehamilan seorang perempuan.

Sebelumnya, ketika virus zika mewabah di Amerika Latin, petinggi Vatikan tersebut juga dengan keras menolak pilihan aborsi. Bahkan dia menyamakan pelaku aborsi dengan mafia, yang membunuh demi menyelamatkan kepentingannya. Dalam hal ini dia lebih menyarankan agar para perempuan mencegah kelahiran bayi microcephaly dengan alat kontrasepsi.

“Semoga setiap imam, dengan ini, dapat menjadi pendukung (moral) dan memberikan ketenangan bagi para pendosa yang ingin bertobat ini untuk melakukan perjalanan kembali kepada imannya, berbaikan dengan Tuhan,” demikian maksud Sri Paus yang diutarakan dalam surat edarannya.

Lebih lanjut, Paus Fransiskus menjelaskan, dengan begitu, para pastur di sini minimal tidak menjadi penghambat bagi jemaat untuk bertobat dan menerima pengampunan Tuhan.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini