Share

Hak Anak di Perbatasan RI-PNG Perlu Dilindungi

Edy Siswanto, Okezone · Rabu 23 November 2016 03:19 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 23 340 1548663 hak-anak-di-perbatasan-ri-png-perlu-dilindungi-0aaH4UdM0j.jpg Ilustrasi

KEEROM - Sasar perlindungan anak di wilayah perbatasan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Satgas Pengamanan Perbatasan Batalyon Yonif 122/TS sosialisasikan program perlindungan anak berbasis masyarakat di Kampung Kibay dan Dusun Buburiya Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom Papua.

Perwira hukum Satgas Pamtas Batalyon Yonif 122/TS kepada Okezone, mengatakan jika program kementrian tersebut sangat bagus untuk diterapkan di wilayah perbatasan, yang terkesan selama ini jauh dari sentuhan perhatian pemerintah.

"Di manapun berada, baik itu diperbatasan atau pun diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, anak harus dilindungi hak-haknya, karena anak merupakan amanah dari Tuhan YME dan dalam dirinya terdapat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya yang harus dipenuhi, dihargai dan dilindungi, terlebih anak - anak di perbatasan yang merupakan penopang ujung tombak negara kita nantinya, ujar Lettu Chk Wira Hariyono, SH, Selasa (22/11/2016).

Dikatakannya, sosialisasi perlindungan anak sangat penting dilakukan, agar para orang tua memahami akan menjaga anaknya dari tindak kekerasan oleh siapapun, termasuk orang tua mereka.

"Pada dasarnya negara mempunyai kewajiban yang besar dalam memenuhi hak setiap anak dan memberikan perlindungan dari setiap tindak kekerasan dan diskriminasi serta memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, baik mental, fisik dan lingkungan sosial, dan orang tua juga harus faham akan hal ini," katanya.

Ketua RT Kampung Kibay, Daniel Kuntuy pun antusias akan kegiatan yang menurutnya baru kali pertama dilakukan di wilayah yang berbatasan dengan negara Papua Nugini ini.

"Saya sudah umumkan kepada seluruh mama-mama dan anak-anak dikampung saya untuk hadir dalam acara ini, ini pertama kali, dan karena ini penting untuk dimengerti para orang tua, kekerasan terhadap anak tidak boleh dilakukan, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang anak itu sendiri," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 105 ibu dan anak di Kampung Buburiya Distrik Arso Timur dan 130 orang ibu dan anak di Kampung Kibay mengikuti sosialisasi ini, warga diharapkan memahami akan pentingnya menjaga tumbuh lembang anaknya. Pemerintah juga di harapan lebih intens untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua akan hal tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini