Share

Polisi Dalami Kasus Bentrokan Berdarah Mahasiswa UIN Sumut

Erie Prasetyo, Okezone · Jum'at 25 November 2016 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 25 340 1551131 polisi-dalami-kasus-bentrokan-berdarah-mahasiswa-uin-sumut-3dOfiswyn4.jpg Ilustrasi

MEDAN - Hingga kini, Polrestabes Medan masih mendalami kasus bentrokan berdarah antar-sesama mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Pasar V, Desa Medan Estate, Kabupaten Deliserdang pada Senin lalu.

Bahkan untuk mengantisipasi bentrok susulan, sejumlah personel kepolisian masih tetap berjaga-jaga di lokasi kampus UIN tersebut, Jumat (25/11/2016).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, tim Reskrim Polrestabes Medan sudah memeriksa para saksi yang menjadi korban dalam bentrokan. Dia menambahkan, mahasiswa yang menjadi korban bentrokan masih ada yang dirawat intensif.

"Kondisi di Kampus UIN Sumut sudah kembali kondusif. Walaupun begitu, personel dari Sat Sabhara Polrestabes Medan dan Polsek Percut Seituan masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi bentrok susulan," sebut Kombes Mardiaz.

Dia menjelaskan, dalam insiden itu sebanyak empat mahasiswa mengalami luka serius akibat senjata tajam. Pihaknya juga masih mencari tahu penyebab pecahnya bentorkan. "Penyebab bentroknya masih didalami. Kondisi korban sudah membaik," pungkas Kombes Mardiaz.

Bentrok sendiri diduga dipicu pertandingan futsal pada Sabtu 19 November lalu. Saat itu, Ketua SEMA-F UIN SU Alamsyah Toyib (22) yang tengah memantau jalannya pertandingan futsal didatangi Bibi (36) selaku Kepala Pusbanglis Sumut (Pusat Pengembangan Bisnis) menyuruhnya untuk menghentikan pertandingan.

Namun, permintaan Bibi ditolak Alamsyah. Mendengar itu, Bibi diduga langsung menghajarnya hingga babak belur. Kemudian mahasiswa yang tak terima dengan aksi pemukulan itu melakukan demonstrasi di depan gedung Rektor UIN SU meminta pelaku untuk bertanggungjawab.

Ternyata, aksi demo yang dilakukan Toyyib yang berasal dari Fakultas Tarbiyyah, dihalang oleh massa OKP Sapma PP UIN-SU yang mendukung Bibi. Karena kedua kubu sudah bertemu, bentrok pun pecah hingga menyebabkan beberapa mahasiswa terluka.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini