nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Penambang di Gunung Kidul Tewas Tertimpa Batu Besar

Markus Yuwono, Jurnalis · Sabtu 26 November 2016 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 11 26 510 1551959 seorang-penambang-di-gunung-kidul-tewas-tertimpa-batu-besar-vlCsdiXPEJ.jpg Proses evakuasi penambang batu tradisional yang tertimpa batu besar (Foto: Markus Yuwono/Sindo Radio)

YOGYAKARTA – Seorang penambang batu putih bernama Surino (59), warga Dusun Njarak Bendogede II, Sumbergiri, Ponjong, Gunung Kidul, Yogyakarta, tewas tertimpa bongkahan batu besar di lokasi penambangan yang berada tidak jauh dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi pada Jumat 25 November 2016 petang.

Sulitnya medan menyebabkan korban baru bisa dievakuasi pada Sabtu dini hari tadi. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul bersama tim lainnya harus menggunakan alat berat sebelum bisa mengevakuasi jenazah korban yang terjebit batu berukuran raksasa.

Operator Pusdalop BPBD Gunung Kidul Agus Priyanto menyampaikan pihaknya mendapat laporan mengenai kejadian batu ambrol pada Jumat sore, sekira pukul 16.30 WIB. Bersama puluhan petugas dari Tim Reaksi Cepat (TRC), pihaknya langsung ke lokasi.

"Awalnya kami menggunakan peralatan manual, namun karena besarnya batu yang menimpa korban, kami mengerahkan alat berat," kata Agus saat dihubungi, Sabtu (26/11/2016).

Ia menjelaskan, sulitnya medan serta besarnya bongkahan batu sempat menyulitkan proses evakuasi dan baru bisa dilakukan evakuasi Sabtu 26 November sekira pukul 01.15 WIB. "Korban ditemukan meninggal dengan kondisi terjepit batu," ungkapnya.

Agus mengatakan, saat kejadian, korban belum sempat lari ketika tebing runtuh, sehingga tubuhnya terjepit batu. "Tebing runtuh sebelum korban sempat lari," ucapnya.

Kapolsek Ponjong Kompol Saman mengatakan, korban merupakan penambang tradisional yang biasa menambang batu putih dengan peralatan manual. Sebelum kejadian, korban sempat diingatkan oleh para tetangga karena memang lokasi batuannya membahayakan.

"Korban diingatkan, tetapi tetap menambang," kata Saman.

Diketahui korban menambang batu kars/keprus di tempat kejadian perkara (TKP) dengan cara manual dengan menggunakan alat linggis. Korban menambang batu di bagian bawah tebing, namun dikarenakan batuan di atas korban dalam keadaan tidak seimbang, kemudian batuan yang berukuran besar tersebut runtuh.

"Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Saman.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini