Ketua RT & RW di Kulonprogo Minta Honor Setara UMK

Agregasi Harian Jogja, · Rabu 30 November 2016 09:53 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 30 510 1554839 ketua-rt-rw-di-kulonprogo-minta-honor-setara-umk-Sl7GnMfw9h.jpg Ilustrasi

YOGYAKARTA - Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, menuntut kenaikan honor setara dengan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Jumlah honor yang diterima selama ini dianggap tidak sebanding dengan beban tugas yang dibebankan. Honor yang diterima dirasa semakin tidak cukup dengan sejumlah keperluan sosial yang harus dikeluarkan.

Ketua Forum RWRT Kelurahan Wates, Sujud Triyanto mengatakan, sebagai ketua RT atau RW seringkali harus mengeluarkan dana untuk menyumbang warga yang mengadakan acara.

“Jika memungkinkan, kami minta honornya dinaikkan setara UMK,” kata dia, dalam audiensi di Kantor DPRD Kulonprogo, seperti dikutip dari Harianjogja.com, Rabu (30/11/2016).

Audiensi tersebut dihadiri oleh sekira 20 orang pengurus dan anggota Forum RWRT. Usulan tersebut juga didukung oleh sejumlah anggota forum yang lainnya. Sujud menyebutkan, tingginya kebutuhan sosial membuat honor yang diterima semakin tidak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Selama ini, honor ketua RT setiap bulannya sebesar Rp200 ribu, sedangkan ketua RW mendapatkan Rp400 ribu.

Sujud menambahkan, warga juga merasa resah terkait status Desa Wates yang menjadi Kelurahan Wates. Pasalnya, Wates sendiri kemudian tidak menerima dana desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan status barunya. Sebagaimana diketahui, dana tersebut hanya diterima oleh daerah yang berstatus desa.

Diterangkan oleh Sujud, kondisi ini terasa tidak nyaman karena Wates sendiri dikelilingi oleh daerah-daerah yang menerima dana tersebut.

Kekhawatiran juga merebak mengenai kemungkinan Kelurahan Wates yang tak lagi mendapatkan alokasi anggaran. Sebab, Kelurahan Wates akan mengalami perubahan dari SKPD menjadi UPT perangkat kecamatan sesuai penataan organisasi perangkat daerah (OPD) yang diterapkan awal 2017 mendatang.

Sujud mengharapkan, anggota dewan bisa memperjuangkan alokasi anggaran untuk pembangunan di sejumlah lokasi yang diusulkan masyarakat. Harapan lain yakni mengenai bantuan untuk pemberadayaan masyarakat di tingkat RT berupa dana stimulan simpan pinjam sebesar Rp5juta.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi mengatakan, piihaknya setuju mengenai usulan kenaikan honor. Nominal yang lebih besar dianggap sebaai penghargaan atas pengabdian dan pelayanan 24 jam kepada masyarakat. Apalagi, beban tugas ketua RT dan RW cukup berat dan nyaris setara dengan kepala dusun.

Terkait dengan nominal yang diinginkan, ia menilai bahwa hal tersebut relatif. Angka yang disebutkan oleh anggota forum sendiri dinilai masih bisa dikaji.

“Namanya juga usul,”ujarnya. Namun, angka tersebut dianggap sudah cukup dan berkisar dengan jumlah yang diterima kepala dusun.

Sementara, Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati menambahkan, permintaan tersebut akan diupayakan. Namun, hal ini masih harus disesuaikan dengan aturan yang ada terkait kemungkinan pengadaan anggaran tersebut.

Terlebih mengenai kenaikan honor dan pemberian dana stimulan tersebut. Adapun, permintaan akan pembangunan fisik sendiri bisa dipertimbangkan dan dilihat apakah bisa dianggarkan dalam APBD perubahan 2017 ataupun APBD 2018.

“Kebetulan sekarang sedang dibahas mengenai Pokok-Pokok Pikiran DPRD,”kata Akhid.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini