nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Warna Patung Ikonik di Semarang Diprotes Para Seniman

Mustholih, Jurnalis · Rabu 30 November 2016 10:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 11 30 512 1554869 ketika-warna-patung-ikonik-di-semarang-diprotes-para-seniman-kvSHpdkurg.jpg Foto: Mustholih/Okezone

SEMARANG - Di Semarang, Jawa Tengah, taman ini dikenal warga setempat sebagai Taman Menteri Supeno. Sebagian warga ada yang mengenalnya sebagai Taman KB (Keluarga Berencana). Taman ini terletak persis di belakang kompleks Gedung Kegubernuran Jawa Tengah.

Selain dirindangi pepohonan besar nan hijau yang mampu menghalau terik matahari di Kota Semarang, Taman Menteri Supeno ini juga memiliki patung ikonik. Terletak di tengah taman, patung di Taman Menteri Supeno menggambarkan seorang perempuan berkebaya yang sedang menggendong anak kecil yang di sampingnya berdiri satu anak perempuannya. Mereka seperti sedang menatap sesuatu yang mungkin hanya perupanya saja yang tahu.

Agar terkesan hidup dan sedap dipandang, patung ini dicat warna-warni. Taman Menteri Supeno sendiri dibangun Pemerintah Kota Semarang pada 1973 hingga 1975 di atas sebidang tanah seluas kira-kira 5.000 meter per segi.

Namun, gara-gara warnanya yang ramai, patung Taman Menteri Supeno ini justru diprotes oleh sejumlah seniman Kota Semarang. Mereka menilai patung di Taman Menteri Supeno telah kehilangan kesakralannya karena warnanya yang ramai. "Warna patung yang colorfull sangat kurang pas. Ada reduksi terhadap nilai keanggunan dan kesakralan," kata Adam Muda, seorang seniman visual di Semarang, Jawa Tengah.

Seniman di Kota Semarang menilai patung di Taman Menteri Supeno haruslah berbentuk monolit seperti patung-patung ikonik yang lain. "Kalau patung, ketika si penata kota membuat satu mode bentuknya monolit. Bisa hitam, putih, atau silver. sebelum dicat warna-warni, patung Taman KB ini warnanya putih," tegas Adam.

Sebagai bentuk menyampaikan aspirasi, beberapa seniman yang tergabung dalam Komunitas Arsitektur Semarang 'merusak' patung dengan membikin anyaman bambu yang dibuat melingkar tak beraturan. Sehingga, posisi patung Taman KB menjadi tepat berada di tengah-tengah anyaman bambu.

Anyaman bambu tersebut kemudian ditarik oleh sejumlah tali berwarna merah yang ditata sedemikian rupa membentuk pagar. "Jadi respon dari teman-teman ya seperti ini atas patung Taman Menteri Supeno," terang Adam.

Para seniman juga menancapkan sebuah papan kecil di kolam yang mengelilingi patung Taman Menteri Supeno. Papan tersebut berisi 'gugatan' yang lebih mendasar atas keberadaan patung yang dinilai mereka absurd.

Begini isi gugatan seniman Kota Semarang atas keberadaan patung Taman Menteri Supeno:

"Memangkah ini patung KB? Benarkah ini Taman KB?

Ataukah ini Patung Menteri Supeno?

Tapi Bukankah Menteri Supeno yang meningaal di usia 32 tahun saat bergerilya melawan agresi militer belanda itu laki-laki?

Mungkinkan ini patung istri dan ke dua anaknya? Tapi bukankah anak mendiang Menteri Supeno hanya satu?

Ataukah ini patung Ibu PKK bersama dua anaknya yang terinspirasi dari gerakan yang berawal dari kepedulian Bu Isriati Moenadi (istri Gubernur Jateng) pada 1967 setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar?

Tetapi apakah PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) memang urusan ibu-ibu saja sehingga jadi alasan Bapak tidak perlu hadir di sini?"

Protes kreatif mereka diselipkan saat Semarang menggelar Pandanaran art Festival 2015 di Taman Menteri Supeno pada 26 hingga 27 November lalu. Namun, kata Adam, pagar tali dan anyaman bambu yang mengelilingi patung di Taman Menteri Supeno bakal tidak dibongkar hingga 24 Desember mendatang.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Semarang, Ahyani, menghargai cara seniman di Kota Semarang menyampaikan pendapatnya tentang patung di Taman Menteri Supeno. "Saya kira usulan warna patung agar monolit usulan yang bagus. Nanti, usulan itu akan kita sampaikan ke Dinas Pertamanan untuk dilakukan kajian," ujar Ahyani saat dihubungi lewat saluran telepon.

Meski begitu, Ahyani menjelaskan bahwa pewarnaan patung Taman Menteri Supeno dilatari oleh ide agar taman menjadi lebih dinamis. "Saya pikir ini bagian penuangan ide. Ada yang mengusulkan bagaimana patung di Taman Menteri Supeno atau Taman KB ini menjadi lebih dinamis," jelas Ahyani.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini