nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Otoritas Ghana Tutup Kedubes AS Palsu

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 04 Desember 2016 15:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 12 04 18 1558518 otoritas-ghana-tutup-kedubes-as-palsu-mZW55KPVK1.jpg Tampak depan Kedutaan Besar AS palsu di Accra, Ghana (Foto: Istimewa)

ACCRA – Sebuah Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) ditutup oleh otoritas Ghana setelah beroperasi selama 10 tahun. Kedubes palsu tersebut selama ini dikendalikan oleh geng kriminal asal Ghana dan Turki.

Kelompok tersebut bekerja sama dengan seorang pengacara asal Ghana dalam menjalankan operasinya, termasuk menerbitkan visa AS palsu selama 10 tahun terakhir. Sang pengacara bertugas untuk melakukan urusan terkait imigrasi dan undang-undang kriminal lainnya. Yang mengagetkan, Kedubes palsu tersebut berada di Ibu Kota Accra di mana Kedubes AS yang asli juga berlokasi.

(Kedutaan Besar AS di Accra, Ghana. Foto: Istimewa)

Seperti dimuat Russia Today, Minggu (4/12/2016), Kedubes palsu tersebut mengibarkan bendera AS setiap tiga hari dalam satu pekan. Mereka juga menggantung foto Presiden Barack Obama di dalam gedung demi meyakinkan korbannya. Setiap pengurusan dokumen palsu, seorang korban dikutip biaya sebesar USD6.000 (setara Rp80 juta).

Pengelola kedubes palsu itu bahkan berani memasang iklan lewat selebaran dan billboard di Ghana, Pantai Gading, dan Togo. Para korban biasanya berasal dari wilayah terpencil di Afrika Barat. Mereka juga biasanya ditempatkan di sebuah hotel selama mengunjungi kedubes palsu tersebut.

Sebagai tambahan, dokumen seperti visa, buku tabungan palsu, sertifikat pendidikan, dan akta lahir juga diterbitkan oleh ‘petugas-petugas bagian konsuler’. Mereka adalah sejumlah warga Turki yang fasih berbahasa Inggris dan Belanda. Menurut Kementerian Luar Negeri AS, operasi kedubes palsu itu dapat berlangsung dengan lancar karena bekerja sama dengan sejumlah pejabat lokal yang korup.

Badan Keamanan Diplomatik dari Kantor Keamanan Regional Kedubes AS di Ghana mengetahui keberadaan kantor palsu itu saat melakukan investigasi menyeluruh yang dilakukan untuk menangkal perdagangan manusia dan penipuan. Mereka juga diingatkan adanya kemungkinan Kedubes Belanda palsu yang beroperasi di Accra.

(Dokumen-dokumen asli dan palsu yang disita oleh otoritas Ghana. Foto: Istimewa)

Satuan tugas internasional yang dibentuk Kepolisian Ghana, Biro Detektif Ghana, pasukan khusus Ghana, dan pejabat dari Kedubes Kanada yang bergabung dalam penyelidikan, melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap sejumlah pelaku. Sejumlah barang bukti seperti 150 buah paspor dari 10 negara; sejumlah visa asli dan palsu dari AS, zona Schengen, India, dan Afrika Selatan; sejumlah KTP palsu; laptop; dan sejumlah ponsel pintar disita dalam penggerebekan tersebut.

Otoritas terkait terus memburu sejumlah terduga pelaku dan investigasi terhadap jaringan kriminal asal Turki itu terus berlangsung. Interpol dan Biro Urusan Konsuler Turki telah dihubungi oleh pejabat Ghana untuk keperluan investigasi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini